Thursday, September 22, 2016

Thought for the Day - 22nd September 2016 (Thursday)

When you dive into the sea, you must seek pearls; when you go to the Kalpavriksha (the wish fulfilling tree) ask for the highest bliss. Do not crave for the smaller when the vastest is available for just a little more effort. There is a natural craving in all to become one with the vast, the Supreme and the Limitless, for in the cave of each heart, there resides the self-same Supreme. When you are immersed in the bliss (ananda) of the Lord, you are master of all the lesser anandas too. But this ananda must be directed along useful channels of activity. The value of water can be known only when there is scarcity not when all the taps are pouring plenty of it into the buckets. When tanks and wells go dry, men cry out for a cup of water. So too is with this ananda. Gather it, garner it, develop it and irrigate the parched heart with it, while you can.


Ketika engkau menyelam di dalam luatan, engkau harus mencari mutiara; ketika engkau pergi ke Kalpavriksha (pohon pemberi keinginan) mintalah kebahagiaan yang tertinggi. Jangan minta hal yang kecil ketika yang paling luas ada dengan usaha yang sedikit lagi. Ada sebuah permohonan yang alami dalam semuanya untuk menjadi satu dengan luas, yang tertinggi dan yang tidak terbatas, karena di dalam relung setiap hati disana bersemayam diri yang sejati yang tertinggi. Ketika engkau tenggelam dalam kedamaian (ananda) Tuhan maka engkau juga penguasa dari kebahagiaan yang lebih rendah. Namun kebahagiaan ini harus diarahkan pada bentuk kegiatan yang bermanfaat. Nilai dari air dapat diketahui hanya ketika ada kelangkaan air dan bukan ketika semua keran mengeluarkan banyak air dan memenuhi ember. Ketika tangki dan sumur mengering, manusia memohon dengan kuat untuk secangkir air. Begitu juga dengan kebahagiaan ini. Kumpulkan, simpan, kembangkan, dan sirami hati yang kering dengan kebahagiaan ini ketika engkau bisa. (Divine Discourse, Feb 20, 1966)

-BABA

No comments:

Post a Comment