Saturday, November 10, 2018

Thought for the Day - 10th November 2018 (Saturday)

There are two kinds of Bhajans - one is Khanda Bhajan and the other, Akhanda Bhajan. The former is for a specific time, like the bhajans held for a limited period either in the morning or evening. On the other hand, Akhanda Bhajan involves constant contemplation on God in the morning, evening or even during the night. It is constant contemplation on God during all the three states - the waking, dream and deep sleep. It is sarvada sarvakaleshu sarvatra Harichintanam - thinking of God constantly, at all times and at all places. The divine name is highly potent. Each one of the several names of God has one type of power specific to it. If you wish to make good use of this power and derive lasting benefit out of it, you have to participate in Akhanda bhajan. In order to attain purity, it is not enough if chanting of the divine name is confined to a limited period. It has to be a continuous spiritual exercise throughout one’s life. Then only the divine name gets imprinted on one’s heart.


Ada dua jenis Bhajan – pertama adalah Khanda Bhajan dan yang kedua adalah Akhanda Bhajan. Bagian pertama adalah bhajan pada waktu tertentu, seperti bhajan yang dilaksanakan pada waktu yang terbatas seperti di pagi hari atau sore hari. Sebaliknya, Akhanda Bhajan melibatkan kontemplasi secara terus menerus kepada Tuhan di pagi hari, sore hari, dan bahkan malam hari. Kontemplasi secara terus menerus pada Tuhan di ketiga keadaan yaitu – saat sadar, mimpi, dan tidur nyenyak. Hal ini disebutkan dengan sarvada sarvakaleshu sarvatra Harichintanam – memikirkan Tuhan secara terus menerus, sepanjang waktu dan di semua tempat. Nama Tuhan sangatlah ampuh. Setiap nama dari beberapa nama Tuhan memiliki satu kekuatan yang khusus. Jika engkau ingin memanfaatkan kekuatan ini dan mendapatkan keuntungan selamanya dari hal ini, engkau harus berpartisipasi dalam Akhanda bhajan. Dalam upaya mencapai kesucian, adalah tidak cukup dengan melantunkan nama Tuhan terbatas pada waktu yang terbatas. Ini harus menjadi latihan spiritual yang berkelanjutan sepanjang hidup seseorang. Hanya dengan demikian nama Tuhan dapat terpatri dalam hati seseorang. [Divine Discourse, Nov 13, 2007]

-BABA

No comments:

Post a Comment