Thursday, November 15, 2018

Thought for the Day - 15th November 2018 (Thursday)

Do not get elated at the riches, status, authority, intelligence, etc., which you may have. Consider that they have been given to you on trust, so that you may benefit others. They are all signs of His Grace, opportunities of service, and symbols of responsibility. Deal sympathetically with the mistakes of others. Seek the good in others, hear only good tidings about them, and do not give ear to scandal. There is this Kaliya episode during the Krishna Avatar. The inner meaning of that is: The serpent Kaliya and its minions are the desires that lurk in the depths of the heart; into that depth the Lord jumps, or rather showers His Grace and the poison is expelled, and the place made safe and pure. When Krishna dances on the hoods, the serpents are tamed and rendered harmless. Without the extinction of desire, one cannot become Divine. Of what avail is it to repeat Shivoham, Shivoham (I am Shiva) when you have not endeavoured to equip yourself with the qualities of Shiva?


Jangan membesarkan hati pada kekayaan, status, kekuasaan, kepintaran, dsb, yang engkau miliki. Anggaplah bahwa semua yang engkau miliki diberikan kepadamu karena dipercaya, agar bisa berguna bagi yang lainnya. Semuanya itu adalah tanda dari karunia-Nya, kesempatan untuk pelayanan dan simbol dari tanggung jawab. Perlakukan dengan penuh simpati pada kesalahan orang lain. Lihatlah kebaikan pada diri yang lain, hanya dengarkan hal yang baik tentang mereka, dan jangan dengarkan tentang skandal. Ada seekor ular yang bernama Kaliya pada masa Awatara Krishna. Makna yang terkandung di dalamnya adalah: ular berbisa Kaliya dan antek-anteknya adalah keinginan yang bersembunyi serta mengintai di kedalaman hati; dalam kedalaman itu Tuhan hadir untuk mencurahkan karunia-Nya dan racun itu dimusnahkan, tempat itu menjadi aman dan suci. Ketika Krishna menari di atas kerudung kepala Kaliya, ular berbisa ini dijinakkan dan menjadi tidak berbahaya. Tanpa pemadaman keinginan, seseorang tidak bisa menjadi ilahi. Apa gunanya dengan mengulang Shivoham, Shivoham (aku adalah Shiva) ketika engkau tidak berusaha memperlengkapi dirimu dengan kualitas dari Shiva? (Divine Discourse, Oct 24, 1965)

-BABA

No comments:

Post a Comment