Wednesday, March 18, 2020

Thought for the Day - 14th March 2020 (Saturday)

Of the various types of devotion, remembrance of the name (namasmarana) is best. In the Kali yuga, the name is the path for saving oneself. Jayadeva, Gouranga, Thyagaraja, Tukaram, Kabir, Ramdas — all these great devotees attained the Lord through just this one practice. Why speak of a thousand things? Even Prahlada and Dhruva were able to enjoy the sight, touch, and conversation (darshan, sparshan, and sambhashana) of the Lord only through repetition of the name, right? There can be no better path to liberation (mukti) than considering the name of the Lord as the very breath of life and, with complete faith in good deeds and thoughts, developing the spirit of service and equal love for all. Instead of this, if one sits in some solitary nook holding the breath, how can one master the innate qualities? How is one to know that one has mastered them? 


Dari berbagai jenis bhakti, mengingat nama suci Tuhan (namasmarana) adalah yang terbaik. Di jalan kali yuga, nama adalah jalan untuk menyelamatkan diri. Jayadeva, Gouranga, Thyagaraja, Tukaram, Kabir, Ramdas  - semua bhakta-bhakta yang hebat ini mencapai Tuhan hanya melalui satu latihan ini saja. Mengapa berbicara tentang ribuan hal? Bahkan Prahlada dan Dhruva mampu untuk menikmati pandangan, sentuhan, dan percakapan (darshan, sparshan, dan sambhashana) dengan Tuhan hanya melalui pengulangan nama suci Tuhan, bukan? Tidak ada jalan yang lebih baik lagi menuju pembebasan (mukti) selain menganggap nama suci Tuhan sebagai nafas hidup dan dengan keyakinan yang penuh dalam perbuatan dan pikiran yang baik, mengembangkan semangat pelayanan dan kasih sayang yang sama kepada semuanya. Daripada ini, jika seseorang duduk di beberapa tempat sunyi dengan menahan nafas, bagaimana seseorang dapat menguasai sifat-sifat bawaannya? Bagaimana seseorang mengetahui bahwa dia sudah menguasai sifat-sifat tersebut? - Prema Vahini, Ch 62

-BABA

No comments:

Post a Comment