Wednesday, March 18, 2020

Thought for the Day - 16th March 2020 (Monday)

The spiritual aspirant should always seek the truthful and joyful, and must avoid all thoughts of the untrue, sad and depressing. Depression, doubt, conceit — these are as Rahu and Kethu to the spiritual aspirant. They will harm one’s spiritual practice. When one’s devotion is well established, they can be easily discarded if they appear. Above all, it is best for the spiritual aspirant to be joyful, smiling, and enthusiastic under all circumstances. Even more than devotion and spiritual wisdom, this pure attitude is desirable. Those who have acquired it deserve to reach the goal first. This quality of joy at all times is the fruit of the good done in past births. A person who is ever worried, depressed, and doubting can never attain bliss, whatever be the spiritual practice one undertakes. The first task of a spiritual aspirant is the cultivation of enthusiasm. Through that enthusiasm, any variety of spiritual bliss (ananda) can be derived. 


Sebagai seorang peminat spiritual, engkau hendaknya selalu mencari kejujuran dan kebahagiaan, dan harus menghindari semua pikiran yang tidak benar, kesedihan, dan depresi. Depresi, keraguan, kesombongan - ini seperti Rahu dan Kethu bagi peminat spiritual. Hal-hal tersebut akan membahayakan latihan spiritual seseorang. Ketika pengabdian seseorang telah mantap, ketiga hal tersebut (depresi, keraguan, kesombongan)  dapat dengan mudah disingkirkan jika muncul. Cara yang terbaik yang dapat dilakukan bagi peminat spiritual adalah bersukacita, tersenyum, dan bersemangat dalam segala situasi. Sikap murni ini lebih diperlukan, bahkan daripada pengabdian dan kebijaksanaan. Mereka yang telah mendapatkannya layak untuk mencapai tujuan terlebih dahulu. Kualitas kegembiraan ini setiap saat adalah buah dari kebaikan yang dilakukan dalam kelahiran masa lalu. Seseorang yang senantiasa khawatir, tertekan, dan ragu-ragu tidak akan pernah bisa mencapai kebahagiaan, apa pun latihan spiritual yang dilakukan. Oleh karena itu, tugas pertama seorang peminat spiritual adalah menanamkan antusiasme. Melalui antusiasme itu, berbagai kebahagiaan spiritual (ananda) dapat dicapai. - Prema Vahini, Ch. 63

-BABA

No comments:

Post a Comment