Thursday, March 19, 2020

Thought for the Day - 19th March 2020 (Thursday)

Whatever inconveniences one may encounter, one must try to carry on spiritual practices without any break or modification in the disciplines. Taking all worldly losses, sufferings, and worries as merely temporal and transitory, and realising that all this repetition of the name and meditation is only to overcome such grief, the spiritual aspirant should keep the two things separate, without mixing up the two. The aspirant must understand that loss, suffering, and worry are external, belonging to this world, and that repetition of the name and meditation are internal, belonging to the realm of the love for the Lord. This is called chaste (pathivratha) devotion. At the specified time, at least recall to mind the meditation and repetition of the name done at the same time in the past, even if you are in a railway train, a bus, or some such inconvenient surrounding. In this way, accumulating spiritual wealth, one can surely become the master, and attain the Atma. 


Apa pun ketidaknyamanan yang mungkin ditemui seseorang, maka seseorang harus mencoba untuk melakukan latihan spiritual tanpa adanya jeda atau perubahan dalam disiplin ini. Ambillah semua kehilangan, penderitaan, dan kecemasan duniawi semata-mata sebagai hal yang bersifat sementara dan tidak kekal, dan sadarilah bahwa semua pengulangan nama Tuhan dan meditasi adalah satu-satunya cara untuk menghadapi penderitaan seperti ini. Para peminat spiritual harus menjaga dua hal terpisah, tanpa mencampurkan keduanya. Peminat spiritual harus memahami bahwa kehilangan, penderitaan, dan kecemasan adalah bersifat eksternal, dan semuanya itu adalah milik dunia, sedangkan pengulangan nama Tuhan dan meditasi adalah bersifat internal, milik dari alam kasih Tuhan. Ini disebut dengan pengabdian suci (pathivratha). Pada waktu yang ditentukan, setidaknya ingat meditasi dan pengulangan nama Tuhan yang dilakukan pada waktu yang sama di masa lalu, bahkan jika engkau berada di kereta api, bus, atau sekitarnya yang tidak nyaman. Dengan cara ini, mengumpulkan kekayaan spiritual, seseorang pasti bisa menjadi master, dan mencapai Atma. - Prema Vahini, Ch. 64

-BABA

No comments:

Post a Comment