Monday, March 2, 2020

Thought for the Day - 1st March 2020 (Sunday)

Look at the crane; it walks about pretty fast in water. But while walking, it can’t catch fish; for that purpose, it must become quiet and stand motionless. So also, if one proceeds with greed, anger, jealousy, etc., one cannot secure the fish of truth (satya), righteousness (dharma), and peace (shanti). Whatever spiritual practice one may have, one must practise uninterrupted remembrance of the name (namasmarana). Only then can one master the natural attributes of greed, anger, etc. All scriptures (sastras) teach but this one lesson: since the Lord is the universal goal and this journey of life has Him as the destination, keep Him constantly in view and subdue the mind which makes you wander away from the path. All good qualities automatically gather around the person who practises control of speech and constant contemplation of the Lord. 


Lihatlah pada burung bangau; burung bangau berjalan sangat cepat di alam air. Namun ketika sedang berjalan cepat, burung bangau tidak bisa menangkap ikan; untuk bisa menangkap ikan maka burung bangau harus tenang dan berdiri tanpa bergerak sedikitpun. Begitu juga, jika seseorang berjalan dengan ketamakan, kemarahan, kecemburuan, dsb, maka seseorang tidak akan bisa mendapatkan ikan yaitu kebenaran (satya), kebajikan (dharma), dan kedamaian (shanti). Apapun latihan spiritual yang seseorang mungkin lakukan maka dia harus melatih untuk mengingat nama Tuhan tiada putusnya (namasmarana). Hanya dengan demikian seseorang menguasai sifat-sifat alami dari ketamakan, kemarahan, dsb. Semua naskah suci (sastra) mengajarkan hanya satu ajaran ini: karena Tuhan adalah tujuan yang bersifat universal dan perjalanan hidup ini memiliki Tuhan sebagai tujuannya, pertahankan Tuhan selalu dalam pandangan kita dan menundukkan pikiran yang membuatmu berjalan jauh dari jalan yang ditentukan. Semua kualitas-kualitas yang baik secara otomatis berkumpul di sekitar orang yang melakukan latihan pengendalian dalam perkataan dan selalu terhubung dengan Tuhan. (Prema Vahini, Ch 56)

-BABA

No comments:

Post a Comment