Sunday, February 7, 2021

Thought for the Day - 31st January 2021 (Sunday)

Render every thought into a flower, worthy to be held in His fingers; render every deed into a fruit, full of the sweet juice of love, fit to be placed in His hand; and render every tear holy and pure, fit to wash His lotus feet. The symbol on the flag at Prasanthi Nilayam is a reminder of this ideal, which you have to put into practice. It is the symbol of victory, achieved by steady endeavour over the diabolic foes of lust and greed, of envy and hate, of malice and conceit. It is the symbol of the silent state of supreme Bliss, won through self-control and self-realisation. Do not judge others, to decide whether they deserve your service. Find out only whether they are distressed; that is enough credential. Do not examine how they behave towards others; they can be certainly transformed by Love. Seva (Service) is for you as sacred as a vow, a sadhana, a spiritual path. 



Jadikan setiap pikiran sebagai sekuntum bunga yang layak dipegang di tangan-Nya; jadikan setiap perbuatan sebagai buah yang penuh dengan rasa manis dari kasih dan layak ditempatkan di tangan-Nya; dan jadikan setiap tetes air mata suci dan murni dan layak untuk membasuh kaki padma-Nya. Simbol dari bendera di Prasanthi Nilayam adalah sebagai pengingat akan ideal ini, yang mana harus engkau jadikan dalam praktik. Ini adalah lambang dari kemenangan yang dicapai dengan usaha yang mantap atas musuh yang kejam yaitu nafsu dan ketamakan, iri hati dan kebencian, kesombongan dan kecongkakan. Ini adalah simbol dari keadaan hening dari kebahagiaan tertinggi, yang didapatkan melalui pengendalian diri dan menyadari Diri yang sejati. Jangan menilai orang lain dan memutuskan apakah mereka layak untuk menerima pelayananmu. Hanya cari tahu apakah mereka dalam keadaan tertekan; itu adalah syarat yang cukup. Jangan menilai bagaimana mereka bertingkah laku kepada yang lainnya; mereka pasti bisa diubah dengan kasih. Seva (pelayanan) bagimu adalah suci seperti halnya sebuah janji, sebuah sadhana dan sebuah jalan spiritual. (Divine Discourse, Feb 19, 1970)

-BABA

 

No comments:

Post a Comment