Thursday, April 29, 2021

Thought for the Day - 4th April 2021 (Sunday)

When Jesus was being crucified, he heard an ethereal voice, “All are one, my dear son, be alike to everyone”. When Mother Mary was shedding tears, Jesus told her, “Death is the dress of life.” Death is like changing of a dress. Do you find anybody wearing the same dress every day? Just as you change your dress every day, you change your body from birth to birth. The body has death, but not the life principle - the Spirit is immortal and non-dual! “To realise the non-dualistic nature of the Spirit was true wisdom”, said Jesus! The Romans addressed Jesus as ‘persona’ meaning "one of sacredness". The English word “person” has been derived from this. It means that there is Divinity in everyone. That is why I address you as embodiments of Divinity. I and you are one. There is Divine Spirit in everybody. The very self is called “persona”. There is no life principle without Divinity! 



Ketika Jesus sedang disalib, beliau mendengar sebuah suara yang sangat halus berkata, “semuanya adalah satu, putra-Ku terkasih, jadilah sama kepada setiap orang”. Ketika Bunda Maria sedang meneteskan air mata, Jesus berkata kepadanya, “kematian adalah pakaian kehidupan.” Kematian adalah seperti mengganti pakaian. Apakah engkau dapat menemukan siapapun juga memakai pakaian yang sama setiap hari? Seperti halnya engkau mengganti pakaianmu setiap hari, begitu juga engkau mengganti tubuhmu dari kelahiran ke kelahiran. Tubuh memiliki kematian, namun tidak dengan prinsip hidup – jiwa adalah bersifat kekal dan tanpa dualitas! “Untuk menyadari sifat alami dari tanpa dualitas jiwa adalah kebijaksanaan yang sejati”, kata Jesus! Orang-orang Roma menyebut Jesus sebagai ‘persona’ yang berarti "seseorang dengan kesucian ". Kata Bahasa inggris “person” berasal dari kata persona. Ini berarti bahwa ada ketuhanan di dalam diri setiap orang. Itulah sebabnya mengapa Aku mengatakan sebagai perwujudan ketuhanan. Aku dan engkau adalah satu. Ada jiwa Tuhan di dalam setiap orang. Kenyataan diri sejati disebut dengan “persona”. Tidak ada prinsip hidup tanpa Tuhan. (Divine Discourse, Dec 25, 2001)

-BABA

 

No comments:

Post a Comment