Wednesday, May 12, 2021

Thought for the Day - 30th April (Friday)

Have patience; in your hurry to enjoy cheap joys, do not fall into unrighteous deeds. Have faith that God will add unto you all the joys you desire for and deserve. People ask of men for favours; they extend their hands towards others and plead “dehi” (give). But, “dehi” also means, He who dwells in the deha (body), that is to say, God! So, don't humiliate that Dehi by calling out dehi before others. Ask Him; say dehi to the Dehi; He will respond generously and graciously. Food got by foul means, and clothing procured through falsehood, will only injure you. Do not think that ease and comfort are the main things in life. Disappointment, disease, and distress are the lot of all, be it rich and poor, educated and uneducated, young and old. Let not your pure and immaculate hearts be rendered dirty by falsehood and wrong. Do not soil your tongue using it for uttering dirty words. Utter God’s name; it acts like a spark that burns into ash a big hill of cotton! 



Miliki kesabaran; dalam ketergesa-gesaanmu untuk menikmati suka cita murahan, jangan jatuh pada perbuatan yang tidak benar. Miliki keyakinan bahwa Tuhan akan menambahkan kepadamu semua suka cita yang engkau inginkan dan yang pantas engkau dapatkan. Orang-orang meminta bantuan dan mengulurkan tangan mereka serta memohon “dehi” (berikan). Namun, kata “Dehi” juga berarti Beliau yang bersemayam di dalam tubuh (deha), yaitu Tuhan! Jadi, jangan merendahkan Dehi itu dengan berteriak dehi dihadapan orang lain. Memohonlah pada-Nya dengan mengatakan dehi kepada Dehi; maka Beliau akan menanggapi dengan murah hati dan dengan ramah. Makanan diperoleh dengan sarana yang salah, dan pakaian diperoleh dengan kebohongan, hanya akan melukaimu. Jangan berpikir bahwa kemudahan dan kenyamanan adalah hal utama dalam hidup. Kekecewaan, penyakit, dan kesusahan semuanya dirasakan oleh mereka yang kaya dan miskin, terpelajar dan tidak berpendidikan, muda dan tua. Jangan biarkan hatimu yang murni dan suci menjadi kotor oleh kebohongan dan kesalahan. Jangan mengotori lidahmu dengan mengucapkan kata-kata yang kotor. Lantunkan nama suci Tuhan; hal ini seperti percikan api yang membakar tumpukan kapas yang besar menjadi sebuah abu! (Divine Discourse, Apr 1973)

-BABA

 

No comments:

Post a Comment