The universe is subject to three processes: creation, sustenance, and destruction or dissolution. None can deny this truth; scientists also cannot negate it. This is a universal truth perceived by everybody. That which is born is sustained and is eventually destroyed. This is the direct proof of Divinity. When you enquire into these three fundamental facts, the existence of Divinity becomes evident. In daily life also, this divinity is experienced. For example, you have seen the dancing lions from Malaysia. However, these are not real lions. But, on seeing them, you can surmise that there are real creatures called lions. In a similar manner, almost every object of daily life points towards Divinity. The sweetness in sugarcane or hot taste of chillies, sour taste in tamarind or the bitter taste of neem, all are indicators of Divinity. The stars in the sky, the brightness of the sun, the coolness of the moon, rise and fall of sea waves are also pointers towards the Divine Principle. Though all these do not directly show you, God per se, they produce positive evidence of the existence of the Divine Principle.
- Divine Discourse, Nov 23, 2000
You are experiencing Divinity in Nature, yet you want to see God!
Alam semesta tunduk pada tiga proses yaitu : penciptaan, pemeliharaan, dan peleburan. Tidak ada seorangpun yang dapat menyangkal kebenaran ini; para ilmuwan juga tidak bisa menolak ini. Ini adalah kebenaran universal yang disadari oleh setiap orang. Apapun yang dilahirkan akan dipelihara dan pada akhirnya akan hancur. Ini adalah bukti langsung dari keilahian. Ketika engkau menyelidiki pada ketiga fakta-fakta mendasar ini, maka keberadaan Tuhan akan menjadi jelas. Dalam hidup sehari-hari juga, keilahian ini dapat dialami. Sebagai contoh, engkau telah menyaksikan tarian singa dari Malaysia. Bagaimanapun juga, singa-singa itu bukanlah singa sungguhan. Namun, dengan menyaksikan singa-singa tersebut, engkau dapat menyimpulkan bahwa memang ada makhluk nyata yang disebut singa. Sama halnya, hampir setiap objek dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan pada keilahian. Rasa manis yang ada tebu atau rasa pedas yang ada pada cabai, rasa asam yang ada pada asam jawa atau rasa pahit yang ada pada daun neem, semuanya itu menandakan keilahian. Bintang-bintang yang ada di langit, kecermelangan cahaya matahari, kesejukkan cahaya rembulan, pasang dan surutnya gelombang lautan juga menjadi penanda prinsip Tuhan. Walaupun semua ini tidak secara langsung menunjukkan Tuhan itu sendiri, semuanya memberikan bukti nyata tentang keberadaan Prinsip Ilahi.
- Divine Discourse, Nov 23, 2000
Engkau sedang mengalami keberadaan Tuhan di alam, namun engkau masih ingin melihat Tuhan!
No comments:
Post a Comment