Thursday, September 15, 2011

Thought for the Day - 15th September 2011 (Thursday)

The Divine Self has no entry or exit, no hands and feet, no organs and limbs, no blot or blemish. It is the tiniest among the tiny, the biggest among the big. Like space, it is everywhere. It is all and so it is free from “I” and “mine.” It is consciousness; it has no affinity with distress or delusion. It is Paramananda, Supreme everlasting ecstasy. It is the core, the heart of all beings. It is the awareness in all. It is just like the sun which has no ego-sense or a sense of possession and property, and no will or want or wish. By its very presence, darkness disappears and light envelopes the world. So, Sun is also called the Enlightener. But sun is not consciously doing so, as if it is duty bound. The Atma too has neither obligation nor application. If asked how the Atma becomes a “doer,” the reply is—is the magnet a “doer,” simply because the needle which is in its neighbourhood moves?

Atma (Divine Self) tidak memiliki pintu masuk atau keluar, tidak memiliki tangan dan kaki, tidak memiliki organ dan anggota badan, tidak ada noda atau cacat. Ia terkecil di antara yang paling kecil, terbesar di antara yang paling besar. Seperti ‘ruang’, ada di mana-mana. Ia adalah segalanya dan karena itu bebas dari perasaan "aku" dan “milikku.” Ia adalah kesadaran; tidak memiliki afinitas (pertalian) dengan penderitaan atau delusi (khayalan). Ia adalah Paramananda, Kebahagiaan yang abadi/ kekal. Ia adalah inti, hati dari semua makhluk. Ia adalah kesadaran dalam semuanya. Dapat diibaratkan seperti matahari yang tidak memiliki ego atau rasa kepemilikan dan properti, dan tidak memiliki keinginan atau harapan. Dengan kehadirannya, kegelapan hilang dan cahayanya menerangi dunia. Jadi, Matahari juga disebut Penerang. Tetapi matahari tidak sadar melakukannya, ia melakukannya karena suatu kewajiban. Atma juga tidak memiliki kewajiban atau aplikasi. Jika ditanya bagaimana Atma menjadi "pelaku," jawabannya adalah – apakah sebuah magnet adalah "pelaku," hanya karena jarum bergerak mendekatinya?


-BABA

No comments:

Post a Comment