Saturday, February 22, 2014

Thought for the Day - 22nd February 2014 (Saturday)

Test is a taste of God. Unless you are tested, your determination will not become strong. Students often write three or four tests in a year. Why? Exams are not to trouble them, but to validate and strengthen their understanding of the subject. When they pass in flying colours, they are either promoted to higher classes or gain admission to very good Universities. God also does the same. Hence, welcome tests, not as a punishment, but as a protection. However hard they may be, you must clear it. Then you will definitely attain a higher state. God already knows who you are, but He may test you in order to set an ideal for others. What you see is one and what God sees is another. God tests you so all your sins and shortcomings are washed away. Just as gold is tested and attested for its purity, God’s tests are always for strengthening your courage, patience, determination and devotion.

Ujian adalah rasa Tuhan. Kalau engkau tidak diuji, tekadmu tidak akan menjadi kuat. Siswa sering mengambil tiga atau empat ujian dalam setahun. Mengapa? Ujian bukanlah ditujukan untuk menyusahkan mereka, tetapi untuk memvalidasi dan memperkuat pemahaman mereka tentang pelajaran. Ketika mereka lulus dengan nilai yang rendah, mereka pun tidak bisa dipromosikan ke kelas yang lebih tinggi atau masuk ke universitas yang sangat baik. Tuhan juga melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, sambutlah ujian, bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai sebuah perlindungan. Bagaimanapun kerasnya ujian yang mungkin engkau hadapi, engkau harus menghadapinya. Kemudian engkau pasti akan mencapai keadaan yang lebih tinggi. Tuhan sudah mengetahui siapa engkau, tetapi Beliau mungkin mengujimu dengan tujuan untuk menetapkan suatu ideal bagi orang lain. Apa yang engkau lihat adalah satu dan apa yang Tuhan lihat adalah hal yang lain. Tuhan mengujimu sehingga semua dosa-dosa dan kekuranganmu akan dicuci bersih. Sama seperti emas diuji dan dibuktikan untuk kemurniannya, ujian Tuhan selalu untuk memperkuat keberanian, kesabaran, tekad, dan pengabdianmu. (Divine Discourse, “My Dear Students”, Vol 2, Ch 4, April 22, 2000.)

-BABA

No comments:

Post a Comment