Friday, May 22, 2015

Thought for the Day - 22nd May 2015 (Friday)

Everything is suffused with love (Prema). So we can unhesitatingly declare that the Supreme Lord is the form of love (prema-swarupa). In all living things, love manifests itself in various forms and is known through many names such as love for offspring, affection, devotion to God, desire (vaatsalya, anuraaga, bhakthi, ishtam) etc., based on the direction in which it is channelised. But whatever the form, the essence is the same. On the basis of this knowledge and experience, it is clear that the supreme Lord is the inner Atma of all created things (Sarva-butha-antar-atma). That which teaches the highest knowledge of this unity is known as nondualism (a-dvaitha); that which teaches the principle of the lover and the Loved is known as dualism (dvaita); that which teaches about all three, love, lover, and loved — or nature (prakriti), individual (jiva), and Brahman— is known as qualified nondualism (visishta-advaita). But these three are one.


Segala sesuatunya diliputi oleh cinta kasih (Prema). Jadi kita dapat menyatakan tanpa adanya keraguan bahwa Tuhan yang tertinggi dalam wujud cinta kasih (prema-swarupa). Di dalam semua makhluk hidup, cinta kasih mewujudkan dirinya dalam berbagai bentuk dan diketahui melalui banyak nama seperti cinta kasih pada anak cucu, kasih sayang, rasa bhakti kepada Tuhan, keinginan (vaatsalya, anuraaga, bhakthi, ishtam) dsb., berdasarkan pada arah kemana cinta kasih itu disalurkan. Namun apapun wujudnya, intisari dari semuanya adalah sama. Dengan berdasarkan pada pengetahuan dan pengalaman ini, sangatlah jelas bahwa Tuhan yang tertinggi adalah Atma yang ada di dalam diri dari semua ciptaan (Sarva-butha-antar-atma). Hal ini mengajarkan kepada kita pengetahuan yang tertinggi tentang kesatuan yang dikenal dengan nama tanpa dualitas (a-dvaitha); dan juga yang mengajarkan tentang prinsip yang mencintai dengan yang dicintai disebut dengan dualitas (dvaita); juga mengajarkan kita tentang ketiganya yaitu cinta, yang mencintai, dan yang dicintai – atau alam (prakriti), individu (jiwa), dan Brahman – dikenal sebagai tanpa dualitas yang bermutu (visishta-advaita). Namun ketiga bagian itu adalah satu adanya. [Prema Vahini, Ch 38]

-BABA

No comments:

Post a Comment