Saturday, May 23, 2015

Thought for the Day - 23rd May 2015 (Saturday)


The attitude of the worshipper and the worshipped is the seed of devotion (bhakthi). First, the worshipper’s mind is attracted by the special qualities of the object of worship. The worshipper tries to acquire these special qualities. This is spiritual discipline (Sadhana). In the early stages of spiritual discipline, the distinction between worshipper and worshipped is clear, but as the sadhana progresses, it diminishes and, when attainment is reached, there is no distinction whatsoever. Whatever be the object of worship that you love and seek through sadhana, have firm faith that you and He are one. You must entertain only one wish: the realisation of the Lord (Iswara Sakshatkara). Give no room in the mind for any other wish. Then regardless of joy and sorrow, without any worry about your own satisfaction, you will engage in spiritual discipline firmly, uninterruptedly, with full conviction; and once you understand the Reality, you will have full contentment.


Sikap dari pemuja dan yang dipuja adalah benih dari cinta kasih kepada Tuhan (bhakthi). Pertama-tama, pikiran pemuja ditarik pada sifat-sifat khusus dari objek yang dipuja. Pemuja mencoba untuk memperoleh sifat-sifat yang khusus ini. Ini adalah disiplin latihan spiritual (Sadhana). Dalam tahap awal dari disiplin spiritual, perbedaan antara pemuja dan yang dipuja adalah jelas, namun ketika disipilin spiritual semakin berkembang maka perbedaan itu akan berkurang dan ketika pencapaian telah dapat diraih maka tidak ada lagi perbedaan apapun juga. Apapun objek ibadah yang engkau cintai dan cari dalam disipilin spiritual, milikilah keyakinan yang kuat bahwa engkau dan Ia adalah satu. Engkau harus  hanya mempunyai satu keinginan yaitu kesadaran akan Tuhan (Iswara Sakshatkara). Jangan berikan ruang di dalam pikiran untuk keinginan yang lainnya. Kemudian terlepas dari suka dan duka, tanpa cemas lagi tentang kepuasan sendiri, engkau akan terlibat di dalam disipilin spiritual yang mantap, tanpa putus dan dengan penuh keyakinan; dan sekali engkau mengerti kenyataan ini, maka engkau akan dipenuhi dengan kepuasan hati. [Prema Vahini, Ch 39]

-BABA

No comments:

Post a Comment