Saturday, May 30, 2015

Thought for the Day - 30th May 2015 (Saturday)

You pray to God for trivial worldly things. Distinguish clearly between earthly happiness and divine bliss. Ask for selfless love, which you do not have, but He has in plenty. Pray for love, peace and bliss. God is the embodiment of bliss; His love is supreme without a parallel. He knows what is good for you and will give it. He is a witness to all your thoughts, words and actions. Therefore surrender wholeheartedly unto Him, and lead an ideal life. You are all embodiments of the Divine. So love all and never hurt anyone. If you harm anyone, you are harming the Divine. Love is as vital for a human as fire is vital for a lump of coal to sparkle. Get rid of all your weaknesses by concentrating on Divine Love, as grace is ever flowing and confers the greatest strength. God is the Cosmic Director and all humans are mere actors. So perform your role to please Him!


Engkau berdoa kepada Tuhan hanya untuk benda-benda duniawi yang sepele. Bedakan dengan jelas antara kesenangan duniawi dengan kebahagiaan illahi. Mintalah cinta kasih yang tulus yang engkau tidak miliki dan yang Tuhan banyak memilikinya. Berdoalah untuk cinta kasih, kedamaian, dan kebahagiaan. Tuhan adalah perwujudan dari kebahagiaan; cinta kasih-Nya adalah yang tertinggi tanpa ada yang menyamainya. Tuhan mengetahui apa yang baik bagimu dan Beliau akan memberikannya. Tuhan adalah sebagai saksi dari semua pikiran, perkataan, dan tindakanmu. Maka dari itu berserah dirilah sepenuhnya kepada-Nya dan jalanilah hidup yang ideal. Engkau semuanya adalah perwujudan dari keillahian. Jadi kasihi semuanya dan jangan pernah menyakiti siapapun juga. Jika engkau menyakiti seseorang, itu berarti engkau menyakiti Tuhan. Cinta kasih adalah bersifat sangat penting dan vital bagi manusia sama halnya dengan api bagi batubara untuk bercahaya. Hilangkan semua kelemahanmu dengan konsentrasi pada kasih Tuhan sebagai rahmat yang selamanya mengalir dan memberikan kekuatan yang terbesar. Tuhan adalah sutradara agung dan semua umat manusia hanyalah pemeran belaka. Jadi mainkan peranmu untuk menyenangkan-Nya! (Divine Discourse, 17 July 1997)

-BABA

No comments:

Post a Comment