Thursday, August 27, 2015

Thought for the Day - 27th August 2015 (Thursday)

The Gurus (preceptors) of the past taught only from experience; they loved their pupils and sought to correct their faults and failings, that is how their students lead happy and useful lives. When the pupils finally left the Guru’s home, he exhorted them to follow two guidelines (Sutras) which were as essential for life as the two eyes (netras) - Speak the truth; Walk on the path of righteousness (Satyam vada, Dharmam chara). The Guru had the faith that the pupil (shishya) would take the advice to heart, for he himself was the living proof of their value and validity. The Guru always takes great care to remove from the heart of the pupil the weeds of evil habits and tendencies, and implant therein the seeds of love. He insists on spiritual discipline (sadhana) for purifying the pupils’ minds and to render them strong enough to overcome temptations of all kinds. Virtue and character alone marks a truly educated person.


Para guru suci pada zaman dahulu hanya mengajarkan dari pengalaman; mereka mengasihi murid mereka dan memperbaiki kesalahan dan kegagalan mereka, itulah sebabnya mengapa murid-murid mereka mampu menjalankan hidup yang bahagia dan berguna. Ketika saatnya para murid harus meninggalkan rumah guru mereka maka sang guru mendesak mereka untuk mengikuti dua tuntunan yang sangat mendasar bagi kehidupan seperti halnya dua mata (netra) – pertama bicaralah yang benar; kedua berjalanlah di jalan kebajikan (Satyam vada, Dharmam chara). Guru memiliki keyakinan bahwa para muridnya akan membawa nasihatnya ke dalam hati karena ia sendiri adalah bukti hidup bagi nilai dan kebenaran mereka. Guru selalu memberikan perhatian yang besar untuk mencabut kebiasaan dan kecenderungan jahat dari dalam hati murid-muridnya, dan menanamkan ke dalam hati mereka benih-benih cinta kasih. Guru menuntut dengan tegas dalam disiplin spiritual (sadhana) untuk memurnikan pikiran muridnya dan membuat mereka cukup kuat untuk mengatasi dari berbagai jenis godaan. Hanya kebaikan dan karakter yang menandakan seseorang benar-benar berpendidikan. (Divine Discourse, 21-Jun-1979)

-BABA

No comments:

Post a Comment