Friday, August 28, 2015

Thought for the Day - 28th August 2015 (Friday)

When you eat a banana, you have to first remove the skin; so it is with other fruits as well be it a mango or an orange. The sweet substance has to be reached after removal of the bitter skin. For Emperor Bali to be received and accepted by God, the bitter cover of egoism and power-mania had to be removed. Ignorance, maya (delusion), illusion, pride, etc. are the components of the skin. The festival of Onam comes and goes, but you are no way nearer to God. This is because while Onam is thoroughly welcomed and enjoyed, generosity, renunciation, love and the spirit of service are not given an equally hearty welcome. Take this as the Onam Message - strive to manifest, cultivate and express Love, suppressing pride and egoism, so that you win the Grace of God.


Ketika engkau makan sebuah pisang, pertama engkau harus membuang kulitnya; begitu juga ketika makan buah yang lainnya baik itu mangga atau jeruk. Rasa manis yang menjadi intisari dari buah harus dapat dinikmati setelah menghilangkan kulitnya yang pahit. Bagi Maharaja Bali untuk bisa diterima oleh Tuhan maka kulit penutup yang pahit yaitu ego dan gila akan kekuatan harus dibuang. Kebodohan, khayalan (maya), ilusi, kesombongan, dsb adalah komponen yang ada pada kulit luar. Perayaan Onam datang dan pergi, namun engkau belum bisa dekat dengan Tuhan. Hal ini dikarenakan ketika Perayaan Onam benar-benar disambut dan dinikmati, namun kedermawanan, cinta kasih, dan semangat pelayanan tidak sama disambut dengan sepenuh hati. Ambillah ini sebagai pesan dari perayaan Onam yaitu berusahalah untuk mewujudkan, meningkatkan, dan mengungkapkan cinta kasih, menekan kesombongan dan ego, sehingga engkau dapat memperoleh rahmat Tuhan. (Divine Discourse, 30-Aug-1974)

-BABA

No comments:

Post a Comment