Sunday, July 29, 2018

Thought for the Day - 28th July 2018 (Saturday)

Once you have secured a Guru, leave everything to him, even the desire to achieve liberation. He knows you more than you yourself ever can. He will direct you as much as is good for you. Your duty is only to obey and to smother the tendency to drift away from Him. There is no need then for getting a Name or mantra from the Guru and repeating it. The command of the Guru or the Lord is even more important than the Name of the Guru or the Name of the Lord. Of what use is the repetition of the Name, without at the same time purifying the impulses by the observance of His commands. You must make the best use of the Guru, as you must of this Puttaparthi itself. You must acquire here the skills for winning shanti and santosha (peace of mind and bliss), the grace of God, the lessons of spiritual practices, and the fruits of satsang (company of the holy); do not fritter away your energy and time, seeking sensory satisfaction in ungodly company.


Sekali engkau telah mendapatkan seorang Guru, serahkan segala sesuatu kepadanya, bahkan keinginan untuk mendapatkan kebebasan. Guru mengetahuimu lebih daripada dirimu sendiri. Beliau akan mengarahkanmu sebanyak mungkin untuk kebaikanmu. Kewajibanmu adalah hanya dengan mematuhi dan menahan kecenderungan kehilangan hubungan dengan-Nya. Adalah tidak ada gunanya kemudian mendapatkan sebuah nama suci atau mantra dari Guru dan mengulang-ulangnya. Perintah dari Guru atau Tuhan adalah bahkan lebih penting daripada nama Guru atau nama Tuhan. Apakah gunanya mengulang-ulang nama sucinya, di saat bersamaan tanpa menyucikan dorongan hati dengan mematuhi perintah-Nya. Engkau harus memanfaatkan Guru dengan sebaik-baiknya, seperti halnya Puttaparthi sendiri. Engkau harus mendapatkan keahlian untuk bisa mendapatkan shanti dan santosha (kedamaian pikiran dan kebahagiaan), rahmat Tuhan, hikmah dari latihan spiritual, dan buah dari satsang (pergaulan dengan orang suci); jangan membuang-buang energi dan waktumu, dengan mencari kepuasan indria dalam pergaulan yang tidak bermanfaat. (Divine Discourse, Jul 24, 1964)

-BABA

No comments:

Post a Comment