Sunday, July 29, 2018

Thought for the Day - 29th July 2018 (Sunday)

Man is a mixture of daiva, danava and manava (god, demon and man). The wickedness of the danava nature can be overcome by daya (the quality of mercy and charity), sympathy and the feeling of fellowship; the pride of the daiva aspect can be overcome by dama (self-control), detachment, and renunciation; the egoism of the manava aspect can be overcome by following dharma prescribed by the impartial sages who have been purified by penance, and by canalising their instincts and impulses into fruitful fields. When these three are thus sublimated, manava (man) is transformed into Madhava (God). Each one must take up this process of purification, by discovering his faults and failings and realise the road to success. If you have daya, dama and dharma (sympathy, self-control and righteousness), that will take you beyond the realm of the three qualities of the mind; there is no need then for getting a Name or mantra from the Guru and repeating it.


Manusia adalah campuran dari daiva, danava, dan manava (Tuhan, raksasa, dan manusia). Sifat jahat yang ada pada danava dapat diatasi dengan daya (sifat belas kasihan dan kemurahan hati), simpati dan perasaan persahabatan; aspek kebanggaan yang ada pada daiva dapat diatasi dengan dama (pengendalian diri), tanpa keterikatan dan meninggalkan kemelekatan; aspek egoisme yang ada dalam manava dapat diatasi dengan menjalankan dharma yang dijelaskan oleh guru suci yang adil yang telah disucikan melalui olah tapa dan mengarahkan insting dan dorongan hati mereka pada bidang yang bermanfaat. Ketika ketiga bagian ini dihaluskan maka manava (manusia) diubah menjadi Madhava (Tuhan). Setiap orang harus mengambil proses penyucian ini, dengan mencari kesalahannya dan kelemahannya sendiri serta menyadari jalan menuju keberhasilan. Jika engkau memiliki daya, dama, dan dharma (simpati, pengendalian diri, dan kebajikan), itu akan membawamu melampaui jangkauan dari tiga sifat pikiran; tidak ada perlu lagi untuk mendapatkan nama suci atau mantra dari Guru dan mengulang-ulanginya. (Divine Discourse, Jul 24, 1964)

-BABA

No comments:

Post a Comment