Wednesday, March 27, 2019

Thought for the Day - 27th March 2019 (Wednesday)

Now, engage yourself in spiritual discipline, spiritual thoughts and spiritual company. Forget the past. At least from now on, seek to save yourself. Never yield to doubt or unsteadiness. That is a sign of ignorance. Have faith in any one name and the form indicated by that name. If you revere Shiva and hate Vishnu, the plus and the minus cancel out and the net result is zero. I will not tolerate the slightest hatred of any Name or Form. The wife has to revere the husband, but that does not mean that she has to hate his parents, brothers or sisters. You can never attain the Lord through hatred of one or more of His many Forms and Names. If you throw contempt at the God that another reveres, the contempt falls on your own God. Avoid factions, quarrelling, hating, scorning and fault-finding; they recoil on you. Remember, everyone is a pilgrim towards the same goal; some travel by one road, some by another.


Sekarang, sibukkan dirimu dalam disiplin spiritual, pemikiran spiritual, dan pergaulan spiritual. Lupakan masa lalu. Setidaknya mulai dari sekarang, cari jalan untuk menyelamatkan dirimu sendiri. Jangan pernah menyerah pada keraguan atau keadaan tidak pasti. Ini adalah tanda dari kebodohan. Miliki keyakinan dalam satu nama dan bentuk yang ditunjukkan oleh nama itu. Jika engkau memuliakan Dewa Shiva dan membenci Dewa Wishnu, plus dan minus membatalkan semuanya dan hasilnya menjadi nol. Aku tidak akan memberikan toleransi kebencian sedikitpun pada Nama atau Wujud apapun. Istri harus memuliakan suami, namun itu tidak berarti bahwa sang istri harus membenci orang tuanya, saudaranya. Engkau tidak akan pernah bisa mencapai Tuhan melalui kebencian pada satu atau lebih pada Nama dan Wujud-Nya. Jika engkau menghina Tuhan yang dipuja oleh yang lainnya, maka penghinaan itu akan jatuh pada Tuhan yang engkau puja. Hindari golongan politik, pertengkaran, kebencian, mencemooh, dan mencari kesalahan; semuanya itu akan menghentak balik pada dirimu. Ingatlah, setiap orang adalah peziarah menuju pada tujuan yang sama; beberapa bepergian melalui satu jalan, yang lain dengan jalan yang berbeda. (Divine Discourse,Oct 10, 1964)

-BABA

No comments:

Post a Comment