Saturday, November 7, 2020

Thought for the Day - 4th November 2020 (Wednesday)

The bee hovers around the lotus, sits upon it, and drinks the nectar; while drinking sweet intoxicating honey, it is silent, steadfast, concentrated, and forgetful of all else. Man too becomes like that when he is in the presence of God. The hum of the bee ceases and is silent when drinking of the nectar begins. Man too, sings, extols, argues, asserts, only until he discovers the rasa (sweet essence). That rasa is prema-rasa (sweet essence of love). Where there is love, there can be no fear, no anxiety, no doubt, and no ashanti (absence of peace). When you are afflicted with ashanti you can be sure that your love is restricted, your love has some ego mixed in it. The senses are one's deadly foes; for they drag your attention away from the source of joy inside you, to objects outside you. When you are convinced that they are at the bottom of this conspiracy to mislead you, you will certainly stop catering to them. 



Lebah terbang melayang di sekitar bunga teratai dan meminum nektarnya; sambil minum madu manis yang memabukkan, lebah itu tenang, tidak tergoyahkan, fokus, dan melupakan semua yang lainnya. Manusia juga menjadi seperti itu ketika berada di hadapan Tuhan. Suara dengung lebah berhenti dan tenang saat minum nektar dimulai. Manusia juga, bernyanyi, memuji, berargumen, hanya sampai ia menemukan rasa (esensi manis). Rasa itu adalah prema-rasa (esensi manis kasih-sayang). Di mana ada kasih, maka tidak ada rasa takut, tidak ada kecemasan, tidak ada keraguan, dan tidak ada ashanti (tidak adanya kedamaian). Ketika engkau menderita ashanti, engkau dapat memastikan bahwa cinta kasihmu masih sempit, terbatas, dan juga masih ada ego atau mementingkan diri sendiri yang tercampur di dalamnya. Indera adalah musuh mematikan seseorang; karena mereka mengalihkan perhatianmu dari sumber kebahagiaan di dalam dirimu, ke objek di luar dirimu. Ketika engkau yakin bahwa mereka berada di dasar konspirasi untuk menyesatkanmu, engkau pasti akan berhenti melayani mereka. (Divine Discourse, Feb 26, 1968)

-BABA

 

No comments:

Post a Comment