Embodiments of Love! Today is Ugadi, the beginning of the New Year. Since ancient times, people have celebrated many Ugadis, but they are yet to give up bad qualities. True Ugadi is the day when one gives up bad qualities, fills their heart with love, and takes to the path of sacrifice. Do not limit the celebration of Ugadi to merely putting on new clothes and partaking of delicious items. Today, you may wear a new shirt, but how long will it remain new? Tomorrow it becomes old. Nobody reads the same newspaper everyday. Today's newspaper becomes a waste paper tomorrow. Our life is like a newspaper. Once you have finished reading a newspaper, you do not like to read it again and again. You have been given this birth, which is like a newspaper, and have gone through varied experiences of pleasure and pain. Enough is enough. Don't ask for one more newspaper, i.e. another birth. You should pray, "Oh God! You have given me this 'newspaper' and I have gone through the experiences of this life. I don't want to have another birth.”
- Divine Discourse, Apr 13, 2002.
True celebration of Ugadi lies in giving up evil qualities and purifying one's heart.
Perwujudan kasih! Hari ini adalah Ugadi, awal dari tahun baru. Sejak dahulu kala, orang-orang telah merayakan banyak Ugadi, namun mereka belum melepaskan sifat-sifat buruk mereka. Ugadi yang sesungguhnya adalah hari ketika seseorang melepaskan sifat-sifat buruknya, mengisi hati mereka dengan kasih dan menapaki jalan pengorbanan. Jangan membatasi perayaan Ugadi hanya pada memakai pakaian baru dan menikmati makanan enak. Hari ini, engkau bisa memakai pakaian baru, namun berapa lama pakaian itu tetap baru? Besok harinya pakaian baru itu sudah menjadi usang. Tidak ada yang membaca surat kabar yang sama setiap harinya. Surat kabar hari ini menjadi sampah kertas pada keesokan harinya. Hidup kita adalah seperti sebuah surat kabar. Sekali engkau telah selesai membaca surat kabar, maka engkau tidak suka membacanya berulang lagi. Engkau telah diberikan kelahiran ini yang mana adalah seperti surat kabar, dan telah melewati berbagai jenis pengalaman baik dan buruk. Sudah cukup. Jangan minta surat kabar lagi dari seseorang, yaitu kelahiran yang lain. Engkau harus berdoa, "Oh Tuhan! Engkau telah memberikanku 'surat kabar' ini dan aku telah mengalami berbagai pengalaman dalam hidup ini. Aku tidak ingin mendapatkan kelahiran lainnya.”
- Divine Discourse, Apr 13, 2002.
Perayaan Ugadi yang sejati adalah melepaskan sifat-sifat jahat dan memurnikan hati seseorang.