The sacred and fragrant articles offered and the precious gems that are placed in the sacrificial fire are symbolic offerings which man should make in life. He should offer his pure heart and good qualities such as Satya, Dharma, Shanti and Prema (Truth, Virtue, Peace, and Love) to the Divine. The real spirit of giving to society and community the wealth, knowledge, and skills one possesses is the true yajna (sacrificial rite). Without the spirit of sacrifice, the performance of external rituals has no meaning. Life itself is a yajna. To make human life an oblation in the sacred fire of duties and actions is itself a yajna. To get rid of one's bad qualities is yajna. Every individual who seeks to lead an ideal life, to achieve bliss, and attain self-realisation must cultivate the spirit of sacrifice. Yajna is the means to lead one from sorrow to happiness, adversity to prosperity, darkness to light. Human life can be worthwhile only when it is based on sacrifice or the quality of renunciation. Then, life becomes meaningful, and Divinity can also be experienced.
- Divine Discourse, Oct 16, 1983
Knowledge or strength or wealth that is not used for the good of others is useless.
Barang-barang suci dan harum yang dipersembahkan, dan permata berharga yang diletakkan ke dalam api suci merupakan persembahan simbolis yang seharusnya manusia lakukan dalam hidup. Manusia seharusnya mempersembahkan hatinya yang suci dan sifat-sifat baik seperti Satya, Dharma, Shanti dan Prema (kebenaran, kebajikan, kedamaian, dan kasih) kepada Tuhan. Semangat sejati dari memberikan kepada masyarakat berupa kekayaan, pengetahuan, dan keahlian yang seseorang miliki adalah yajna (pengorbanan suci) yang sesungguhnya. Tanpa adanya semangat pengorbanan maka pelaksanaan ritual-ritual lahiriah tidak memiliki makna. Hidup itu sendiri adalah sebuah yajna. Untuk membuat hidup manusia menjadi persembahan pada api suci kewajiban dan tindakan adalah yajna itu sendiri. Untuk melenyapkan sifat-sifat buruk seseorang juga merupakan sebuah yajna. Setiap individu yang ingin menjalani hidup yang ideal, untuk mencapai kebahagiaan, dan mendapatkan kesadaran diri sejati harus memupuk semangat pengorbanan. Yajna adalah sarana untuk menuntun seseorang dari penderitaan menuju kebahagiaan, kesulitan menuju kesejahtraan, kegelapan menuju cahaya. Hidup manusia dapat menjadi bernilai hanya ketika didasarkan pada pengorbanan atau sifat melepaskan. Kemudian, hidup menjadi bermakna, dan keilahian juga dapat dialami.
Wacana Swami, 16 Oktober 1983
Pengetahuan atau kekuatan atau kekayaan yang tidak digunakan untuk kebaikan orang lain adalah sia-sia.
No comments:
Post a Comment