Tuesday, July 29, 2008

Thoughts for the Day - 30th July 2008 (Wednesday)


There is a tendency to interpret renunciation as merely giving up worldly attachments. Renunciation truly means attaining perfect equanimity. People may criticize you or praise you, take them both with a sense of equanimity. One may try to harm you while another may try to do you a good turn; treat both situations with equanimity. In one business venture, you may incur a loss while in another you may make a profit; treat them both alike. Equanimity is the hallmark of yoga (spiritual attainment).

Ada kecenderungan orang-orang menginterpretasikan renunciation (praktek pengendalian diri) sebagai tindakan menghindari atau melepaskan diri dari kemelekatan duniawi. Pengertian sebenarnya dari renunciation adalah mencapai kondisi batin yang seimbang (perfect equanimity). Dengan perkataan lain, walaupun orang lain mencela atau memujimu, maka engkau harus menerimanya dengan batin yang seimbang. Demikian pula, terhadap orang yang mencoba untuk mencelakaimu maupun mereka yang berbuat baik terhadapmu, janganlah engkau mudah terpancing. Dalam kegiatan bisnis, kadang kala engkau mengalami kerugian dan sebaliknya, keuntungan di kesempatan lain; hal-hal seperti ini memang sudah wajar terjadi. Equanimity (keseimbangan batin) adalah puncak pencapaian yoga.
-BABA

No comments:

Post a Comment