Friday, April 30, 2021

Thought for the Day - 7th April 2021 (Wednesday)

Consider what happens when a person sees the dry stump of a tree at night: they are afraid it is a ghost or a bizarre human being. It is neither, though it is perceived as either. The reason for this misperception is “darkness”. Darkness imposes on something another thing that is not there. In the same manner, the darkness that is spread through false perception (maya) veils and renders unnoticeable the Primal Cause, Brahman, and imposes the cosmos on It, as a perceptible reality. This deceptive vision is corrected by the awakened consciousness and transmuted into the vision of universal love (prema). The cosmos of which the Earth is a part and with which we are embroiled has Brahman Itself as its basic cause, just as the stump is the basic cause of the ghost. 



Bayangkan apa yang terjadi ketika seseorang melihat tunggul pohon kering di malam hari: maka orang itu akan ketakutan karena mengira bahwa itu adalah hantu atau seseorang yang menakutkan. Ini bukanlah keduanya tadi, walaupun diterima sebagai keduanya. Alasan dibalik persepsi yang salah tadi adalah “kegelapan”. Kegelapan memanipulasi sesuatu hal lain yang tidak ada disana. Sama halnya, kegelapan yang menyelubungi melalui persepsi yang salah (maya) menutupi dan membuat Brahman yang merupakan sebab utama yang sulit dilihat, dan meletakkan alam semesta pada Brahman, sebagai sebuah kenyataan yang jelas dan tampak. Pandangan yang menipu ini diperbaiki oleh kesadaran yang terjaga dan diubah menjadi pandangan kasih yang universal (prema). Alam semesta dimana bumi adalah menjadi bagiannya dan dimana kita ditarik memiliki Brahman sendiri sebagai sebab utama, seperti halnya tunggul pohon sebagai sebab utama dari penglihatan hantu itu. (Sutra Vahini, Ch 2)

-BABA

 

No comments:

Post a Comment