The swimmer in the river has to push aside the waters in front to the sides and to kick the waters to the back so that he can move forward straight and fast. Forcing the water back is the act that takes him forward. That is to say, do not attach importance to it, throw it back, give it up, renounce; that alone can help you to progress, even an inch. Instead, man collects and stores, accumulates and takes pride in what he holds firm, regardless of the preciousness of the human trait of renunciation. So, we sink in material possessions, victories, and vagaries. We do not float or swim across the temptations. We must try to discover and learn the means of progress. We may well ask, how can a man sunk in relative knowledge become aware of Atma? But there is no reason for despair or for condemning ourselves as mean and low. For when small men take big decisions, they earn encouragement from the great. When the tiny squirrel decided to share in building the passage across the sea, did it not receive the blessings of Lord Rama? The squirrel knew that its help could only be infinitesimal, but the feeling of dedication which prompted it won the grace of God.
-- Divine Discourse, Jan 08, 1983
Faith and self-confidence are essential for spiritual progress.
Perenang yang berenang di sungai harus menepis air yang ada di depannya ke samping dan mendorong air ke belakang agar ia dapat bergerak maju dengan lurus dan cepat. Dengan mendorong air ke belakang, ia bisa maju ke depan. Maknanya adalah: jangan melekat pada sesuatu, lepaskanlah, tinggalkanlah, relakanlah. Hanya dengan cara itulah seseorang dapat benar-benar maju, walau hanya selangkah. Namun malahan manusia justru gemar mengumpulkan, menyimpan, dan membanggakan apa yang dimilikinya, tanpa menyadari betapa berharganya sifat pengorbanan dan pelepasan. Akibatnya, kita tenggelam dalam harta benda materi, kemenangan, dan berbagai gejolak duniawi. Kita tidak mampu mengapung atau berenang melewati godaan-godaan kehidupan. Kita harus berusaha untuk menemukan dan mempelajari cara untuk maju. kita mungkin mulai mempertanyakan, bagaimana seseorang yang tenggelam dalam pengetahuan duniawi dapat menyadari Atma? Tetapi tidak ada alasan untuk putus asa atau merendahkan diri sendiri sebagai makhluk yang hina dan lemah. Karena ketika orang kecil mengambil keputusan yang besar, mereka akan memperoleh dukungan dari yang lebih hebat. Ketika tupai yang kecil memutuskan untuk ikut membantu membangun jembatan menyeberangi lautan, bukankah ia menerima berkah dari Sri Rama? Tupai itu secara jelas mengetahui bahwa bantuannya sangatlah kecil, namun perasaan pengabdian yang mendorong tindakannya mampu membuatnya memperoleh rahmat Tuhan.
- Divine Discourse, Jan 08, 1983
Keyakinan dan kepercayaan diri adalah mendasar untuk kemajuan spiritual.