There are millions of people who serve their fellowmen with God’s Name on their lips. “Neither by penance, nor pilgrimage, nor study of scriptures, nor by japa can one cross the ocean of life. One can achieve it only by serving the pious.” Service is very important. Serve everybody with the conviction that God dwells in all. As you serve others, you must kill your ego. It cannot be called service if it is done with the feeling that “I am serving others.” Do all actions to please God - Sarva karma Bhagavad preetyartham. This is the attitude one should have while serving others. There are many who take part in service activities, but how many are able to enjoy the benefits derived therefrom? First, you should understand the term “service”. True service is that which is done with divine feelings, forgetting oneself. Service should be done as an offering to God. Service has value only when it is done with daivabhimana (love for God) and not dehabhimana (attachment to body). Even a small act of service done with the sole intention of pleasing God will acquire great significance.
-- Divine Discourse, Feb 24, 2002
Seva is the worship you offer to the God in the heart of everyone
Ada jutaan orang yang melayani sesama dengan Nama Tuhan di bibir mereka. Dikatakan: “Bukan melalui tapa, bukan melalui perjalanan suci, bukan melalui mempelajari kitab-kitab suci, dan bukan pula hanya melalui pengulangan Nama Tuhan (japa), seseorang dapat menyeberangi samudra kehidupan. Hal itu dapat dicapai melalui pelayanan kepada orang-orang yang suci dan berbudi luhur.” Pelayanan (seva) memiliki kedudukan yang sangat penting. Layanilah setiap orang dengan keyakinan bahwa Tuhan bersemayam dalam diri semua makhluk. Ketika engkau melayani orang lain, engkau harus mengikis egomu. Tindakan melayani tidak dapat disebut pelayanan sejati apabila pelayanan dilakukan dengan perasaan: “Aku sedang membantu orang lain.” Lakukan semua tindakan hendaknya untuk menyenangkan Tuhan: Sarva Karma Bhagavad Preetyartham_. Inilah sikap batin yang seseorang harus miliki ketika sedang melayani orang lain. Banyak orang terlibat dalam berbagai kegiatan pelayanan, tetapi berapa banyak yang benar-benar mendapatkan manfaat spiritual dari pelayanan tersebut? Pertama-tama, engkau harus memahami arti pelayanan yang sesungguhnya. Pelayanan sejati adalah pelayanan yang dilakukan dengan kesadaran Ilahi, melupakan dirinya sendiri. Pelayanan harus dilakukan sebagai persembahan kepada Tuhan. Pelayanan memiliki nilai hanya jika dilakukan dengan daivabhimana (cinta kepada Tuhan), bukan dengan dehabhimana (keterikatan pada tubuh). Bahkan sebuah pelayanan yang kecil, apabila dilakukan semata-mata untuk menyenangkan Tuhan, akan memiliki nilai yang sangat besar.
-- Wejangan Sai, 24 Februari 2002
Seva adalah pemujaan yang engkau persembahkan kepada Tuhan yang bersemayam di dalam hati setiap orang.