Thursday, June 4, 2020

Thought for the Day - 3th June 2020 (Wednesday)

The tree can spread its branches wide. But the branches can put forth blossoms that yield fruit only when the roots are fed with water. Instead, if the water is poured on the branches, fruits, and flowers, how can the tree grow and spread? The roots for the peace and prosperity of society are the qualities of devotion and dedication. Hence the educational system must pay attention to the promotion and strengthening of these qualities among the people. People who occupy positions of authority are named adikaris (officials). That word can also mean the worst enemy, adhika-ari! True officials should carefully avoid that course and use their positions to serve people under their care. The ancients grasped the supreme truth only after personally experiencing its validity. The moderns, however, dismiss their discoveries. This is the reason for the growth of barbarism in the so-called civilised countries. Many have not recognised this fact. 


Pohon dapat menjalarkan cabangnya dengan lebar. Namun cabang-cabang pohon itu dapat menghasilkan bunga yang menghasilkan buah hanya ketika akar pohon itu disirami dengan air. Sebaliknya, jika air dituangkan pada cabang, buah dan bunga, bagaimana pohon dapat tumbuh dan menyebar? Akar untuk kedamaian dan kesejahteraan dalam masyarakat adalah kualitas-kualitas dari bhakti dan dedikasi. Oleh karena itu sistem pendidikan harus memberikan perhatian pada peningkatan dan penguatan dari kualitas-kualitas ini diantara manusia. Mereka yang memiliki kekuasaan disebut dengan adikari (pejabat). Kata itu dapat juga berarti musuh yang paling buruk, adhika-ari! Pejabat yang sejati harus menghindari diri dari menjadi musuh yang terburuk (adhika-ari) dan menggunakan jabatan mereka untuk melayani masyarakat yang ada di bawah wewenangnya. Orang-orang pada zaman dahulu memahami kebenaran yang tertinggi hanya setelah mengalami secara pribadi kebenarannya. Orang-orang modern, bagaimanapun juga menolak penemuan orang-orang zaman dahulu. Ini adalah alasan bertumbuhnya kebiadaban dalam suatu bangsa yang beradab. Banyak yang tidak memahami fakta ini. (Vidya Vahini, Ch 11)

-BABA

No comments: