Showing posts with label Dharma. Show all posts
Showing posts with label Dharma. Show all posts

Tuesday, November 25, 2008

Thoughts for the Day - 26th November 2008 (Wednesday)


God is the embodiment of Dharma (righteousness). His grace is won by Dharma. He is ever fostering Dharma. He is Dharma Itself. The Vedas, Shastras (scriptures) and Puranas (mythology) all proclaim aloud the glory of Dharma. The stream of Dharmic activity should never run dry. When its cool waters cease to flow, disaster is certain.

Tuhan adalah perwujudan Dharma (kebajikan). Rahmat Ilahi hanya bisa diperoleh melalui Dharma. Beliau senantiasa melindungi Dharma, sebab diri-Nya sendiri adalah Dharma. Kitab-kitab Veda, Sastra dan Purana - semuanya menyatakan secara jelas tentang kemuliaan Dharma. Aliran aktivitas-aktivitas Dharma tidak boleh pernah berhenti, sebab jikalau tidak, maka umat manusia akan menuai bencana.
-BABA

Wednesday, July 23, 2008

Thoughts for the Day - 24th July 2008 (Thursday)


The word 'Dharma', which is really bound up with an infinite variety of meanings, is regarded in common usage as referring to actions like charity, performing good deeds, going on pilgrimages and discharging one's duties, etc. But these relate only to external actions. Dharma is eternal, the same for everyone, everywhere. It expresses the significance of the inner Atma. The birth place of Dharma is the heart. What emanates from the heart as a pure idea, when translated into action is Dharma. The true Dharma of every human being is to make every endeavour to realize the Divine; Dharma should lead to Self-realization.

Istilah 'Dharma' mempunyai arti/makna yang tak terhingga banyaknya, namun pada umumnya istilah ini digunakan dalam hal-hal yang berkaitan dengan tindakan-tindakan seperti: kedermawanan, perbuatan bajik, berziarah ke tempat-tempat suci serta melaksanakan tugas/tanggung-jawab, dll. Akan tetapi semuanya itu berkaitan dengan tindakan-tindakan eksternal. Dharma bersifat abadi, ia berlaku sama untuk setiap orang dan dimanapun juga. Dharma merupakan ekspresi Atma. Tempat kelahiran Dharma adalah di dalam hati (nurani). Ide-ide luhur yang muncul dari dalam hati dan apabila diterjemahkan ke dalam tindakan (bajik), maka itulah yang disebut sebagai Dharma. Setiap orang (umat manusia) masing-masing mempunyai Dharma sejatinya yaitu melakukan segala daya-upaya untuk merealisasikan Divine; Dharma menjadi penuntunmu dalam mencapai Self-realisation (pencerahan diri).
-BABA

Thursday, April 17, 2008

Thoughts for the Day - 18th April 2008 (Friday)


Dharma is universal. There is a test that may be applied to any action to determine if it is according to Dharma. Let not your deeds harm or injure another. This flows from the recognition that the divine spark is the same in every form, and if you injure another you are injuring the same divinity that is in yourself. Dharma enables you to come to the recognition that anything that is bad for another form is also bad for you. The test of Dharmic action is stated very clearly in saying: "Do unto others as you would have them do unto you".
Dharma bersifat universal. Terdapat sejenis ujian yang bisa diaplikasikan terhadap segala bentuk tindakan guna menentukan apakah tindakan tersebut sesuai dengan Dharma atau tidak. Pastikanlah agar perbuatanmu tidak melukai ataupun mencederai siapapun juga. Hal ini didasari oleh pengertian bahwa percikan Ilahi yang terdapat di dalam setiap wujud/mahluk adalah sama adanya; sehingga apabila engkau melukai pihak lain, maka itu sama saja berarti bahwa engkau melukai divinity yang ada di dalam dirimu sendiri. Dharma akan membekalimu dengan pengertian bahwa segala sesuatu yang tidak baik bagi wujud/pihak lain tentunya juga tidak akan baik bagi dirimu. Barometer bagi tindakan Dharmic telah dinyatakan secara jelas, yaitu "Perlakukanlah orang/pihak lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan oleh mereka."
-BABA

Friday, April 4, 2008

Thoughts for the Day - 5th April 2008 (Saturday)


Dharma (righteousness) purifies the mind and leads you to God. It creates a taste for the Name and Form of God. When you love the Name and Form of God, you will naturally respect and obey the command of God. Have the Name on the tongue and Form in the eye; and the demon of unending desire will fly away from your mind, leaving joy and contentment within. This kind of constant contemplation on the indwelling God will promote love for all beings. You will then see good in others and you will strive to do good to others.

Dharma (kebajikan) akan memurnikan batin serta menuntunmu kepada-Nya. Ia akan menciptakan kerinduan atas nama dan rupa Tuhan. Apabila engkau mencintai nama dan wujud-Nya, maka secara alamiah, engkau juga akan menghormati serta mematuhi perintah-perintah-Nya. Milikilah nama Tuhan di lidahmu dan wujud-Nya di matamu; maka dengan demikian setan keinginan yang tak berkesudahan akan pergi meninggalkanmu, sehingga yang tersisa di dalam batinmu adalah keceriaan dan kepuasan batin. Kontemplasi yang dilakukan secara konstan terhadap Divine yang ada di dalam dirimu itu akan membangkitkan sikap cinta-kasih terhadap semua mahluk. Engkau hanya melihat kebaikan di dalam diri orang lain dan engkau juga akan berupaya untuk berbuat bajik terhadapnya.
-BABA

Saturday, January 5, 2008

Thoughts for the Day - 6th January 2008 (Sunday)




In this infinite world there are manifold beings. It is only Dharma (right-conduct) and Jnana (wisdom) that distinguish man from other beings. You can win the Grace of the Lord only by Dharma. Dharma induces the spirit of self-surrender. Without the mastery over the senses, feelings and emotions that is a result of the practice of Dharma, you cannot have steady faith and detachment.

Di dunia yang maha luas ini terdapat sekian banyak mahluk hidup. Yang membedakan manusia dari mahluk hidup lainnya adalah Dharma (perilaku yang bajik) dan Jnanan (kebijaksanaan). Rahmat Tuhan hanya bisa diperoleh melalui Dharma, yang mencakupi semangat pasrah diri (self-surrender). Keyakinan yang mantap dan ketidak-melekatan hanya bisa diperoleh melalui pengendalian diri terhadap panca indera, perasaan serta emosi (yang tiada lain merupakan buah-hasil dari praktek Dharma).

-BABA