Showing posts with label Virtues. Show all posts
Showing posts with label Virtues. Show all posts

Wednesday, February 27, 2008

Thoughts for the Day - 28th February 2008 (Thursday)



Virtues are more important than physical beauty. Observing the good and bad in the world, one should develop discrimination to choose the former. One should strive hard to cultivate virtues. Right from an early age, one should inculcate good qualities and develop good character. Wherever one may go, it is character that is of utmost importance. It is virtues that lend greatness to any person. If everyone develops good character, the whole country will become good.
Virtues (perilaku/karakter yang luhur/bajik) adalah jauh lebih penting daripada sekedar kecantikan fisik. Setelah mencermati kebajikan dan kejahatan yang ada di dunia ini, maka engkau sudah harus bisa mengembangkan kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan salah. Engkau harus berupaya untuk memupuk sifat-sifat yang luhur & bajik. Mulai dari sejak usia dini, kembangkanlah kualitas-kualitas (diri) yang positif dan juga karakter yang baik. Kemuliaan nama seseorang ditentukan oleh perilaku & karakternya yang luhur itu. Jikalau setiap orang mengembangkan karakter yang positif, maka negara ini akan berkembang menjadi baik.
-BABA

Saturday, November 10, 2007

Thoughts for the Day - 12th November 2007 (Monday)


Goodness, compassion, tolerance – through these virtues one can perceive the Divinity in oneself and in others. Softness of heart is often condemned as weakness, cowardice and want of intelligence; they say that the heart has to be hardened against pity and charity, but that way lies war, destruction and downfall. Love alone confers lasting happiness and peace. Sharing can alone reduce grief and multiply joy. People are born to share, to serve, to give and not to grab.

Kebajikan, sikap welas-asih, toleransi – semuanya ini adalah sifat-sifat luhur yang memungkinkan seseorang merealisasikan Divinity yang ada di dalam dirinya dan juga di dalam diri orang lain. Kelembutan hati sering kali disalah-tafsirkan sebagai kelemahan, sikap pengecut dan kurang intellek; orang-orang yang salah tafsir ini mengatakan bahwa hati nurani seharusnya dilatih untuk tidak gampang berbelas-kasihan dan juga tidak mudah berderma; padahal sebenarnya justru akibat hati yang sedemikian keraslah yang menimbulkan peperangan, kehancuran dan keambrukan. Hanya cinta-kasih saja yang bisa memberikan kebahagiaan dan kedamaian abadi. Sikap saling-berbagi akan mengurangi penderitaan dan menghasilkan keceriaan. Manusia dilahirkan untuk salilng berbagi, melayani, memberi dan bukannya merebut paksa.

-BABA