There are three types of approaches towards the Lord: the eagle type, which swoops down on the target with a greedy swiftness and suddenness, which, by its very impact, fails to secure the object coveted; the monkey type, which flits hither and thither, from one fruit to another, unable to decide which is tasty; and the ant type, which moves steadily, though slowly, towards the object, which it has decided is desirable. The ant does not hit the fruit hard and make it fall away; it does not pluck all the fruits it sees; it appropriates just as much as it can assimilate and no more. Do not fritter away the time allotted to you for sojourning on Earth in foolish foppery and fanciful foibles, which always keep you outdoors. When are you going to walk indoors into the warmth and quiet of your own interior? Retire into solitude and silence, now and then; experience the joy derivable only from them.
-- Divine Discourse, Oct 26, 1961
When the fruit is ripe, it will fall off the branch of its own accord. Similarly, when vairagya (renunciation) saturates your heart, you lose contact with the world and slip into the lap of the Lord.
Ada tiga jenis pendekatan menuju Tuhan: pendekatan pertama adalah seperti jenis elang yang terbang menukik ke bawah pada target dengan kecepatan dan penuh kerakusan yang mana justru sering gagal mendapatkan apa yang diinginkan; pendekatan kedua adalah jenis monyet yang melompat ke sana kemari, dari satu buah ke buah lain, tanpa pernah benar-benar memutuskan mana yang layak dipilih; dan pendekatan ketiga adalah jenis semut yang berjalan perlahan tetapi pasti menuju tujuan yang telah ditentukan. Semut tidak menghantam buah hingga jatuh sia-sia. Ia juga tidak mengambil semua buah yang dilihatnya. Ia hanya mengambil secukupnya, sesuai dengan kemampuannya untuk mencerna dan tidak lebih. Jangan habiskan waktu yang diberikan selama hidup di dunia ini untuk tingkah laku yang konyol dan khayalan yang tidak masuk akal, yang hanya membuatmu terus berada di luar dirimu sendiri. Kapan engkau akan masuk ke dalam, ke ruang batinmu yang hangat dan tenang? Sesekali, menyendirilah dalam keheningan dan ketenangan. Rasakan kebahagiaan yang hanya bisa di dapatkan dari keheningan tersebut.
-- Divine Discourse, 26 Oktober 1961
Ketika buah matang akan jatuh dengan sendirinya dari pohon, demikian pula ketika vairagya (ketidakterikatan) memenuhi hatimu, engkau secara alami melepaskan keterikatan dunia dan berlabuh dalam pelukan Tuhan.
No comments:
Post a Comment