Tuesday, April 28, 2026

Thought for the Day - 28th April 2026 (Tuesday)



For man, there are two kinds of states in this world. They are: Hita (Pleasant) and Ahita (Unpleasant). Whether the state is pleasant or unpleasant depends on your innermost attitude or outlook. The same object becomes pleasant once and unpleasant on another occasion! The thing welcomed with great fondness at one time becomes hateful at another time, and there is not the desire even to see it. The condition of the mind at those times is the reason to wean so. Hence, everyone must train their mind to be pleasant always. The waters of a river leap from mountains, fall into valleys, and rush through gorges; besides, tributaries join it at various stages, and the water becomes turbid and unclean. So too, in the flood of human life, speed and power increase and decrease. These ups and downs can happen at any moment during life. No one can escape these; they may come at the beginning of life, at the end or in the middle. So, what man must firmly convince himself is that life is necessarily full of ups and downs, and that, far from being afraid and worried over these, one should welcome them. One should not only feel like this, but should be happy and glad, whatever happens! Then, all troubles, whatever their nature, will pass away lightly and quick! 


-- Ch 3, Dhyana Vahini

Faith in God can ensure equanimity and balance. 


Bagi manusia, ada dua jenis keadaan dalam hidup ini: hita (menyenangkan) dan ahita (tidak menyenangkan). Namun, apakah sesuatu terasa menyenangkan atau tidak, sebenarnya bergantung pada sikap batin dan cara pandang kita sendiri.  Objek yang sama bisa terasa sangat menyenangkan di suatu waktu, tetapi di waktu lain justru terasa tidak menyenangkan. Sesuatu yang dahulu disambut dengan penuh kegembiraan bisa berubah menjadi hal yang dihindari, bahkan tak ingin lagi dilihat. Perubahan ini bukan karena bendanya, melainkan karena keadaan pikiran kita saat itu! Oleh karena itu, setiap orang harus melatih pikiran mereka untuk selalu tetap tenang dan positif dalam segala keadaan. Ibarat air sungai yang mengalir dari pegunungan, jatuh ke lembah, melewati jurang, lalu bercampur dengan berbagai aliran lain hingga menjadi keruh. Demikian pula kehidupan manusia, kadang mengalir deras, kadang melambat; kadang jernih, kadang keruh. Naik turunnya kehidupan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Itu bisa terjadi di awal kehidupan, di tengah, maupun di akhir. Yang perlu kita yakini dengan mantap adalah bahwa hidup memang penuh dengan pasang surut. Alih-alih takut atau cemas menghadapinya, kita justru perlu menerimanya dengan lapang. Bahkan lebih dari itu, belajar untuk tetap merasa tenang dan bersyukur dalam keadaan apa pun. Ketika sikap ini tumbuh, segala kesulitan—apa pun bentuknya—akan terasa lebih ringan dan cepat berlalu! 


-- Ch 3, Dhyana Vahini

Keyakinan kepada Tuhan akan menumbuhkan keseimbangan dan ketenangan batin.

No comments: