Monday, July 27, 2020

Thought for the Day - 26th July 2020 (Sunday)

To adore Name and Form is against the basic teaching of Vedanta; for, you must educate yourself into ignoring the evanescent, temporary and superficial. Unless you have discovered your identity with all, and the identity of all within oneself, you cannot win the waveless calmness, the steady flame! Give up the fancy for the fantastic objective world, give up until you reach the stage, when there is no "giver-gift-giving," when there is no "beginning-continuing-ending." Sage Narada learnt from sage Sanathkumara that he can acquire Shanti (peace) only when he knows that he is an embodiment of Shanti! Ashanti (restlessness) is something that possesses one like a phobia which has no grounding! Shake it off! You are free! It is the role that is tragic; not the actor! Remind yourself that it is a play and that you are playing the role of a tragic hero! Sage Narada learnt this and his equanimity was never again disturbed! 


Memuja Nama dan Wujud adalah bertentangan dengan dasar ajaran dari Vedanta; karena, engkau harus mendidik dirimu sendiri untuk mengabaikan yang fana, sementara, dan palsu. Kecuali engkau telah menemukan identitasmu di dalam semuanya, dan identitas semuanya di dalam dirimu sendiri, engkau tidak bisa memiliki ketenangan mantap atau nyala api yang tidak tergoyahkan! Lepaskan khayalan pada dunia yang indah ini, lepaskan semuanya ini sampai engkau mencapai sebuah tahapan ketika tidak ada lagi "pemberi sesuatu – pemberian – memberikan sesuatu," Ketika tidak ada "awal – pertengahan - akhir." Resi Narada belajar dari Resi Sanathkumara bahwa dia dapat mendapatkan Shanti (kedamaian) hanya ketika dia mengetahui bahwa dia adalah perwujudan dari Shanti! Ashanti (kegelisahan) adalah sesuatu yang dimiliki seseorang seperti sebuah fobia yang tidak berdasar! Goyangkanlah hal itu! Engkau akan bebas! Ini adalah peran yang tragis; dan bukan pemerannya! Ingatkan dirimu sendiri bahwa itu adalah sebuah sandiwara dan bahwa engkau sedang bermain peran pahlawan yang tragis! Resi Narada belajar hal ini dan ketenangannya tidak pernah lagi terganggu! (Divine Discourse, Jan 14, 1971)

-BABA

No comments: