Tuesday, December 31, 2013

Thought for the Day - 30th December 2013 (Monday)

Silence is the only language of the realized. Practice moderation in speech. That will help you in many ways. It will develop love, for most misunderstandings and factions arise out of carelessly spoken words. When the foot slips, the wound can be healed; but when the tongue slips, the wound it causes in the heart of another will fester for life. The tongue is liable for four big errors: uttering falsehood, scandalizing, finding fault with others, and excessive articulation. These have to be avoided if there is to be peace for the individual as well as for society. The bond between one another will be strengthened if people speak less and sweetly. That is why silence was prescribed as a vow for spiritual aspirants by the scriptures. You are all spiritual aspirants at various stages of the road, and so this discipline is valuable for you.

Diam/hening adalah satu-satunya bahasa yang hendaknya direalisasikan. Praktikkanlah berbicara seperlunya yang akan membantumu dalam banyak cara. Hal ini akan mengembangkan kasih, bagi kebanyakan kesalahpahaman dan faksi muncul dari kata-kata yang diucapkan sembarangan. Ketika kaki mengalami slip, luka dapat disembuhkan; tetapi ketika lidah mengalami slip, luka itu menyebabkan infeksi pada hati seumur hidup. Lidah bertanggung jawab atas empat kesalahan besar: berdusta, scandal, mencari kesalahan orang lain, dan artikulasi yang berlebihan. Ini harus dihindari jika ingin ada kedamaian bagi individu maupun bagi masyarakat. Ikatan antara satu dengan yang lainnya akan diperkuat jika orang sedikit berbicara dan berbicara manis (sopan). Itulah sebabnya diam/hening diresepkan dalam kitab suci bagi para peminat spiritual. Kalian semua para peminat spiritual pada berbagai tahapan, disiplin ini sangat berharga untukmu. (Divine Discourse, July 22, 1958)
-BABA

No comments: