Monday, March 30, 2026

Thought for the Day - 30th March 2026 (Monday)



Some people say they are too weak to scale spiritual heights. But you have the strength to commit sins and do wrong actions. The strength required for good or bad actions is the same. In fact, it is more difficult to commit a sin than to be good and meritorious. To utter an untruth is difficult. To speak the truth is easy. Speaking the truth calls for no effort. But to declare what is not true as true calls for considerable ingenuity. Uttering an untruth is therefore more difficult. Equally, cheating is more arduous than being honest. Many devotees tell Swami that they are caught up in the coils of samsara (family and worldly life) and are unable to break away from it. But what is the truth? Is it you who are clinging to samsara, or is it samsara holding you in its grip? Does samsara have any hands to hold you? You have hands, and you are holding on to worldly life. It is a paradox for you to say that samsara is holding you in its grip when the truth is otherwise. Excessive attachment is the cause of man’s troubles. Do everything as an act of offering to the Divine.


- Divine Discourse, Apr 09, 1995

As you sow, so shall you reap. Sow the seeds of love and reap the fruit of love.


Beberapa orang mengatakan bahwa mereka terlalu lemah untuk bisa mencapai ketinggian spiritual. Namun engkau memiliki kekuatan untuk melakukan dosa dan menjalankan perbuatan yang salah. Kekuatan yang dibutuhkan untuk melakukan perbuatan baik dan buruk adalah sama. Malahan sesungguhnya, adalah lebih sulit untuk melakukan dosa daripada menjadi orang baik dan berguna. Untuk mengucapkan kebohongan adalah sulit. Untuk berbicara kebenaran adalah mudah. Berbicara kebenaran tidak memerlukan usaha. Namun untuk menyatakan kebohongan sebagai kebenaran membutuhkan kepintaran yang luar biasa. Maka dari itu mengatakan ketidakbenaran adalah lebih sulit. Sama halnya, berbuat curang adalah lebih sulit daripada bersikap jujur. Banyak bhakta menyampaikan kepada Swami bahwa mereka terperangkat ke dalam kehidupan duniawi dan berkeluarga (samsara) dan tidak memiliki kemampuan melepaskan diri dari ikatan ini. Namun apakah kebenarannya? Apakah dirimu yang mengikatkan diri pada samsara, atau apakah samsara yang mengikatmu? Apakah samsara memiliki tangan untuk mengikatmu? Engkau memiliki tangan, dan engkau mengikatkan dirimu sendiri pada kehidupan duniawi. Ini merupakan sebuah kontradiksi bagi dirimu dengan mengatakan bahwa samsara sedang mengikatmu ketika padahal kebenarannya justru sebaliknya. Keterikatan yang berlebihan adalah penyebab dari penderitaan manusia. Lakukan segala sesuatu sebagai sebuah tindakan persembahan kepada Tuhan. 


Wacana Swami, 9 April 1995

Apa yang engkau tabur, itulah yang engkau tuai. Taburlah benih kasih dan tuailah buah kasih.

No comments: