Showing posts with label Body. Show all posts
Showing posts with label Body. Show all posts

Friday, August 22, 2008

Thoughts for the Day - 23rd August 2008 (Saturday)


Why is man so pathetically afflicted today with fear and anxiety? Are we to search for the reasons outside us or do they lie within us? The reason lies in the false emphasis we have laid on things of the material world, ignoring matters of the spirit. The body that man bears is essentially a receptacle of God. It is a temple where God is installed, where God is the Master. Hence, it does not behove you to pander to its every whim. Instead, realise it to be a very valuable instrument in your journey to God.

Mengapa manusia dewasa ini dirundung oleh ketakutan dan kegelisahan? Apakah kita harus mencari penyebabnya di luar diri kita ataukah justru biang-keroknya ada di dalam diri kita sendiri? Jawabannya adalah bahwa sumber kesalahannya terletak pada cara pandang terhadap dunia materi dimana kita telah melupakan spirit (jiwa) kita sendiri. Badan jasmani ini tiada lain adalah tempat bersemayamnya Tuhan, ia merupakan kuil bagi-Nya, dimana Tuhan sebagai penguasa (master)-nya. Oleh sebab itu, seyogyanyalah engkau tidak patuh secara membabi-buta terhadap keinginan-keinginan badan ini. Sebaliknya, sadarilah bahwa badan jasmani ini telah diberikan kepadamu untuk dimanfaatkan sebagai instrumen/wahana dalam perjalananmu menuju kepada-Nya.

-BABA

Friday, July 4, 2008

Thoughts for the Day - 5th July 2008 (Saturday)


Do not get attached to this evanescent body; utilize it as an instrument. Consider yourself as being separate from the body created out of the conjunction of the five elements. Know yourself to be the indestructible Atma. The body is the root cause of all grief and misery. Make the body obey your will. Contemplate on the truth that the body and the Atma are separate. This practice is indispensable for realizing the truth of one's Divinity.

Janganlah engkau melekat pada badan jasmani yang serba rentan ini; sebaliknya gunakanlah ia sebagai instrumen. Engkau perlu menganggap dirimu terpisah dari badan fisik yang terbentuk dari kelima unsur/elemen ini. Ketahuilah bahwa dirimu adalah Atma yang abadi. Badan jasmani merupakan akar penyebab penderitaan, pastikanlah bahwa engkau tidak diperbudak olehnya. Sadarilah kebenaran bahwa badan jasmani dan Atma adalah berbeda dan terpisah. Praktek perenungan seperti ini sangat diperlukan bagi seseorang dalam menyadari Divinity-nya.
-BABA

Wednesday, June 25, 2008

Thoughts for the Day - 26th June 2008 (Thursday)


The body must be regarded as the basis for spiritual activity. The body is not meant merely to be pampered and kept in comfort. Our mental abilities and talents should not be used only for worldly achievements. Only by seeking Jnana (spiritual wisdom) can man rise above the level of the animal. The animal is concerned only with the present. Man alone can realize that the present is the product of the past and that the future will be determined by what he does in the present. Only if you act rightly in the present can the future be good. This requires steadfastness and determination to adhere to the path of righteousness whatever may be the difficulties.

Badan fisik haruslah diperlakukan sebagai dasar aktivitas-aktivitas spiritual. Badan jasmani ini seyogyanya tidak terlalu dimanjakan. Kemampuan-kemampuan mental dan talenta kita hendaknya diberdaya-gunakan tidak hanya demi untuk mencapai hal-hal yang berkaitan dengan keduniawian semata-mata. Manusia baru bisa naik dari level kebinatangannya apabila ia mencari pengetahuan Jnana (kebijaksanaan spiritual). Kaum hewaniah hanya peduli dengan masa sekarang ini. Hanya manusia sajalah yang bisa menyadari bahwa masa sekarang merupakan produk dari masa lampau dan masa depan akan ditentukan oleh hal-hal yang ia lakukan di masa sekarang. Masa depanmu akan menjadi baik apabila engkau berperilaku secara bajik. Dalam hal ini, betapapun juga kesulitan yang bakal dihadapi, mutlak diperlukan kemantapan hati dan kebulatan tekad dalam menapaki jalan kebajikan.

-BABA

Wednesday, May 7, 2008

Thoughts for the Day - 8th May 2008 (Thursday)


The Deha (body) is a vehicle that even gods aspire to possess. You know that gods seek to come into human form so that they could utilise the intelligence, discrimination, detachment, etc., that the human body alone is capable of exercising, to realise the Ultimate Reality, which when known makes everything else known. If only he intensifies his thirst for God, he can live in perpetual content, instead of grovelling in perpetual discontent, pining for trivial satisfactions. The Deha has to be nourished so that man can reach the Dehi, the real indweller.

Deha (badan fisik) ini merupakan wahana yang bahkan sangat didambakan oleh para kaum dewata sekalipun. Engkau mengetahui bahwa para dewa-dewa berupaya untuk mencapai kelahiran kembali dalam wujud sebagai manusia agar mereka dapat memanfaatkan intelligence (kepintaran), discrimination (buddhi), detachment (ketidak-melekatan)nya dan lain-lain, yang mana semuanya itu hanya dimungkinkan bila hidup dalam wujud sebagai manusia saja. Tujuannya adalah untuk merealisasikan Realitas Absolut, yang mana bila tercapai maka secara otomatis pengetahuan tentang hal-hal lainnya juga akan menyusul dengan sendirinya. Jikalau saja manusia mengintensifkan upayanya di jalan yang benar (kepada Tuhan), maka ia akan dapat hidup dengan damai dan tenteram serta tidak akan terombang-ambing lagi oleh pasang-surut kehidupan ini. Deha (badan jasmani) haruslah dipelihara secara baik agar dapat dimanfaatkan olehmu untuk mencapai Dehi, the real indweller (Atma).
-BABA