Prahlada was a great devotee of God. Bali, his grandson, was a great emperor and devotee. It is said that pleasure is an interval between two pains; between two entities that are good, there is one entity which is bad. In between, the father of Bali, Virochana, was a rationalist and atheist. In the world, there are any number of persons who derive inspiration from Prahlada and Bali. There are also many who take the cue from Virochana. The Jagat (world) will not be what it is if such variations did not exist. All through history, the devotees of God have had to endure many ordeals and privations, but they never lost their faith in God. They have stood out as ideals and examples to mankind. Bali was one such great exemplar. Onam is celebrated as the sacred day when Bali achieved liberation. It is also the day when Vamana was born. It is also the day when each year Bali visits the earth to experience the love of the people and participate in their rejoicings. Hence, people should not be content with enjoying food and raiment but should try to experience the bliss of the Spirit.
-- Divine Discourse Sep 15, 1986
Bali demonstrated through his tyaga svabhava (sacrificing nature) that if one sacrifices everything, one will attain moksha (liberation).
Prahlada adalah seorang bhakta Tuhan yang agung. Sedangkan Bali, cucunya, adalah seorang maharaja sekaligus bhakta Tuhan yang agung. Dikatakan bahwa kesenangan adalah jeda di antara dua penderitaan; demikian pula, di antara dua pribadi yang baik terdapat satu pribadi yang buruk. Di tengah-tengah mereka terdapat Virochana, ayah Bali, yang merupakan seorang rasionalis dan ateis. Di dunia ini, tidak terhitung banyaknya orang yang memperoleh inspirasi dari Prahlada dan Bali. Ada pula banyak orang yang mengambil teladan dari Virochana. _Jagat_ (dunia) tidak akan menjadi seperti sekarang jika keberagaman seperti itu tidak ada. Sepanjang sejarah, para bhakta Tuhan harus menghadapi berbagai cobaan dan penderitaan, tetapi mereka tidak pernah kehilangan keyakinan kepada Tuhan. Mereka tampil sebagai teladan dan contoh bagi umat manusia. Bali adalah salah satu teladan agung tersebut. Onam dirayakan sebagai hari suci ketika Bali mencapai pembebasan. Hari itu juga merupakan hari kelahiran Vamana. Hari itu juga diyakini sebagai saat ketika setiap tahun Bali mengunjungi bumi untuk merasakan kasih sayang masyarakat dan turut serta dalam kegembiraan mereka. Oleh karena itu, manusia hendaknya tidak merasa cukup hanya dengan menikmati makanan dan pakaian, tetapi hendaknya berusaha mengalami kebahagiaan Sang Jiwa.
-- Divine Discourse 15 September 1986
Bali menunjukkan melalui _tyaga svabhava_-nya (sifat suka berkorban) bahwa jika seseorang mengorbankan segala sesuatu, ia akan mencapai _moksha_ (pembebasan).