Saturday, August 1, 2026

Thought for the Day - 1st August 2026 (Saturday)




Anasuya, or absence of envy, jealousy & malice, is a prerequisite for gaining an intimate, immediate and personal experience of the omnipresent Divinity. Every spiritual aspirant must necessarily cultivate the quality of anasuya. It is a divine characteristic which makes a man’s personality pure and pellucid. Asuya or chronic jealousy is the source of all mental and physical ailments in this world. To acquire mental equipoise and inner tranquillity, man should make his heart pure by purging his mind of this psychological mania called jealousy. Man must first humanise himself before attempting to divinise himself. To feel jealous of others, even in trivial matters, suppresses humanitarian instincts of a person. People today, waste all their time and energy in blaming others without realising that to search for and find faults in others is the most grievous and ghastly sin! Arjuna was completely free from the deadly qualities of envy, jealousy and malice. Hence he acquired the appellation of anasuya and deserved the nectarous message of Bhagawad Gita from Krishna. 


-- Ch 26, Summer Showers, Jun 1979

Where there is love, there will be no room for jealousy and hatred, and where there is no jealousy and hatred, there is Ananda (real joy).


Anasuya, yaitu tanpa adanya sifat iri hati, kecemburuan, dan kebencian, merupakan syarat utama untuk memperoleh pengalaman yang dekat, nyata, dan pribadi akan Keilahian yang hadir di mana-mana. Setiap pencari spiritual hendaknya dengan sungguh-sungguh mengembangkan sifat anasuya. Anasuya adalah kualitas ilahi yang menjadikan kepribadian seseorang murni dan jernih. Sebaliknya, asuya atau iri hati yang bersifat kronis merupakan sumber berbagai penyakit mental maupun fisik di dunia ini. Untuk memperoleh keseimbangan mental dan ketenangan batin, manusia hendaknya menyucikan hatinya dengan membersihkan pikirannya dari kegilaan psikologis yang disebut kecemburuan. Manusia harus terlebih dahulu memanusiakan dirinya sebelum berusaha mewujudkan Keilahian dalam dirinya. Selama seseorang masih mudah iri terhadap orang lain, bahkan dalam hal-hal yang sepele, naluri kemanusiaannya akan semakin melemah. Orang-orang pada saat sekarang menyia-nyiakan semua waktu dan energinya dalam menyelahkan orang lain tanpa menyadari bahwa mencari dan menemukan kesalahan pada diri orang lain adalah dosa yang paling mengerikan dan keji! Arjuna sepenuhnya bebas dari sifat-sifat jahat yang mematikan seperti iri hati, cemburu dan kebencian. Karena itu Arjuna mendapatkan sebutan anasuya serta layak menerima pesan-pesan mulia Bhagawad Gita dari Krishna. 


-- Ch 26, Summer Showers, Jun 1979

Di mana ada kasih, di sana tidak ada tempat bagi iri hati dan kebencian, dan di mana tidak ada iri hati maupun kebencian, di sanalah Ananda (kebahagiaan sejati) bersemi.

No comments: