When love is directed towards things that cater to the senses or bodily happiness, it will dry up when they fail or disappoint. When profit is loved, loss will undermine it. Discontent will sap its springs when you love with the motive of worldly contentment. Even when ten million disappointments combine to distress you, never give up love; fix it on the source of love, the spring of love, the Supreme Goal of love, namely, God. Whatever the handicap, howsoever you are tempted to loosen the grip, hold on to God; there is always a calm after the storm. A bout of hot weather invariably brings welcome showers. Love saturates all activities with joy and peace. Love ennobles the least and the lowest. Love yourself for the God that it embodies; love others, for the God that is enshrined in them, that speaks and acts through them. This is the bedrock on which you can build the mansion of happiness; this recognition of the Divine motivates you from within.
-- Divine Discourse 23 Februari 1971
You must positively love all beings, cultivate selfless love, and actively engage yourself in acts of pure love. That alone wins the grace you crave!
Ketika cinta kasih diarahkan kepada sesuatu yang hanya memberikan kepuasan indriawi atau kesenangan tubuh, kasih itu pada akhirnya akan memudar ketika objek yang dicintai gagal memenuhi harapan atau mengecewakan. Jika keuntungan dicintai, maka kerugian akan merusak cintanya. Ketidakpuasan akan mengeringkan sumber kasih itu ketika engkau mengasihi dengan motif kepuasan duniawi. Sekalipun sepuluh juta kekecewaan bergabung untuk membuatmu sedih, jangan pernah meninggalkan kasih; arahkan kasih pada sumber kasih, asal segala kasih, tujuan tertinggi kasih, yaitu Tuhan. Apa pun kesulitan yang engkau hadapi, dan seberapa kuat pun godaan untuk melepaskan peganganmu, tetaplah berpegang kepada Tuhan; setelah badai selalu ada ketenangan. Cuaca panas yang berkepanjangan pasti akan membawa hujan yang menyegarkan. Kasih memenuhi semua aktivitas dengan sukacita dan kedamaian. Kasih memuliakan yang terkecil dan yang terendah. Sayangi dirimu sendiri karena Tuhan yang diwujudkan di dalamnya; sayangi orang lain, karena Tuhan yang bersemayam di dalam diri mereka, yang berbicara dan bertindak melalui mereka. Inilah landasan kokoh yang dapat engkau gunakan untuk membangun rumah besar kebahagiaan; menyadari Keilahian yang bersemayam di dalam diri dan diri orang lain, akan menggerakkan kita dari dalam.
-- Divine Discourse 23 Februari 1971
Engkau harus sungguh-sungguh mengasihi semua makhluk, mengembangkan kasih tanpa pamrih, dan secara aktif melakukan tindakan-tindakan yang lahir dari kasih yang murni. Hanya itulah yang akan mendatangkan anugerah yang engkau dambakan!
No comments:
Post a Comment