Friday, August 7, 2026

Thought for the Day - 7th August 2026 (Friday)

 




Without the sanction of the Lord, man cannot achieve anything in the world. The divine is the basis for everything. Man, however, is filled with the conceit that he is the one who is doing everything. This pride is the cause of his failure. It is the cause of his restlessness, frustration and disappointment. Man today is basing his life on reliance on Nature, forgetting God. This is a grievous mistake. It is essential to realise that there is a basis, a foundation and that this whole world is based on it. Recognising this truth, one must conduct oneself. If you go to a cinema, you have a screen that is steady and unchanging, which may be compared to God, who is real and eternal. On this screen, many forms come and go. Man only sees and experiences the forms that appear and disappear, but fails to recognise the screen. The moving pictures have the screen as their basis. Without the screen, we will not be able to see these pictures. What understanding can one have if one sees only the forms and pictures? In the same manner, man today is trying to lead life by forgetting God and placing all his faith only in Nature. This is a grave mistake. We have to take refuge in God who is the Adhara (the basis) and then experience Nature which is the Adheya (the based upon). Faith in God is the primary requisite for man.

-- Divine Discourse, Jun 25, 1989
Without the grace of the Lord, no one can enjoy the benefits of Nature.


Tanpa adanya persetujuan dari Tuhan, manusia tidak bisa mencapai apapun di dunia. Tuhan adalah dasar dari segala sesuatu. Manusia, bagaimanapun juga dipenuhi dengan kesombongan dengan merasa bahwa dirinya yang melakukan segalanya. Kesombongan ini adalah penyebab dari kegagalannya. Ini adalah penyebab dari kegelisahannya, frustasi dan rasa kecewa. Manusia hari ini mendasarkan hidupnya dengan tergantung pada alam, dan melupakan Tuhan. Hal ini merupakan kesalahan besar. Adalah mendasar dan sangat penting untuk menyadari bahwa ada dasar, landasan, dan bahwa seluruh dunia ini dibangun di atasnya. Dengan menyadari kebenaran ini, seseorang harus bertindak sesuai dengan prinsip yang telah ditetapkan. Jika engkau pergi ke bioskop, engkau melihat layar yang stabil dan tidak berubah, yang dapat dibandingkan dengan Tuhan, yang nyata dan kekal. Pada layar ini, begitu banyak bentuk muncul dan hilang. Manusia hanya melihat dan mengalami bentuk yang muncul dan hilang tersebut, namun tidak mampu menyadari keberadaan layar. Berbagai bentuk gambar yang bergerak memiliki layar sebagai dasar atau landasannya. Tanpa adanya layar maka kita tidak akan bisa melihat keseluruhan gambar tersebut. Pemahaman seperti apa yang dapat dimiliki seseorang jika ia hanya melihat bentuk-bentuk dan gambar-gambar itu? Sama halnya, manusia saat sekarang sedang mencoba untuk menjalani hidup dengan melupakan Tuhan dan menempatkan semua keyakinannya pada alam. Ini adalah kesalahan yang sangat besar. Kita harus berlindung kepada Tuhan yang merupakan _Adhara_ (dasar, penopang, atau landasan dari segala sesuatu) dan kemudian mengalami alam yang merupakan _Adheya_ (yang ditopang). Keyakinan pada Tuhan adalah syarat utama bagi manusia.

-- Divine Discourse, 25 Juni 1989
Tanpa adanya rahmat Tuhan, tidak ada seorangpun yang bisa menikmati manfaat dari alam.


No comments: