Sunday, August 2, 2026

Thought for the Day - 2nd August 2026 (Sunday)



India stands forth as the teacher to humanity, thanks to the virtue, the fortitude, the moral strength of the women of the past and the present. You have to maintain these qualities and foster them so that she might hold her head high among the nations of the world. Establish the status of the mother in the home, as the upholder of spiritual ideals and therefore, the Guru of the children. Every mother must share in this effort—the expansion and steady manifestation of the God consciousness latent in every child. Children are the crops growing in the fields, to yield the harvest on which the nation has to sustain itself. They are the pillars on which the foundation of the nation’s future is built. They are the roots of the national tree, which has to give the fruits of work, worship and wisdom to the next generation. The Sri Sathya Sai Balvikas has been evolved in order to feed these roots, strengthen these foundation pillars and fertilise the growing crops. 


-- Divine Discourse Jul 10, 1974

The child‑mind is a tender creeper in search of a supporting ideal. Gurus should see that the support is straight and rooted deep


India tampil sebagai guru bagi umat manusia berkat kebajikan, keteguhan, dan kekuatan moral para perempuan, baik pada masa lampau maupun masa kini. Oleh karena itu, engkau harus menjaga kualitas-kualitas luhur tersebut dan dikembangkan agar bangsa ini tetap dapat berdiri dengan kepala tegak di tengah bangsa-bangsa di dunia. Di dalam keluarga, ibu menempati kedudukan yang mulia sebagai penjaga nilai-nilai spiritual dan karena itu menjadi Guru bagi anak-anaknya. Setiap ibu memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam tugas suci ini, yaitu menumbuhkan dan mewujudkan secara bertahap kesadaran Tuhan yang telah ada secara laten di dalam diri setiap anak. Anak-anak bagaikan tanaman yang sedang bertumbuh di ladang, untuk menghasilkan panen yang menjadi penopang kehidupan bangsa. Mereka adalah tiang-tiang penyangga tempat masa depan bangsa dibangun. Mereka juga merupakan akar dari pohon kehidupan bangsa, yang pada waktunya harus menghasilkan buah berupa kerja, ibadah, dan kebijaksanaan bagi generasi berikutnya. Program Sri Sathya Sai Balvikas dikembangkan dengan tujuan memelihara akar-akar tersebut, memperkokoh tiang-tiang penyangga itu, serta menyuburkan tanaman yang sedang bertumbuh.


-- Divine Discourse Jul 10, 1974

Pikiran seorang anak bagaikan sulur tanaman yang masih lembut dan sedang mencari penyangga untuk bertumbuh. Para guru hendaknya memastikan bahwa penyangga itu tegak, kokoh, dan berakar kuat.

No comments: