Monday, August 3, 2026

Thought for the Day - 3rd August 2026 (Monday)



The first step on the path of spirituality is the acquisition of anasuya or freedom from envy, jealousy, malice and covetousness. Asuya or jealousy should be completely rooted out of the human heart, and shraddha, or perseverance, should be cultivated instead. The Atma should be visualised through meditation. The sincere and persistent sadhaka will then certainly have spiritual experiences and mystical revelations. We may want to prepare delicious sambar. For this purpose, we may make use of fresh vegetables, good pulses (dal) and clean tamarind. Like Nala or Bhima, the cook may be an expert. But if the brass vessel used for cooking is not properly silvered or coated with tin, all the sambar cooked in it is bound to be poisonous. Similarly, though there are nine modes of worship, unless the devotee has a pure heart, none of them will be effective. Of what use is all the counting and telling of beads if the heart is tainted with envy, jealousy and malice?


-- Ch 26, Summer Showers, Jun 1979

If a magnet is to attract a piece of iron, the latter should be free from impurities and rust. Similarly, if the Atma is covered with the impurities of the mind, it will not be attracted to the Paramatma.


Langkah pertama dalam perjalanan spiritual adalah mengembangkan anasuya, yaitu keadaan batin yang bebas dari iri hati, kecemburuan, kebencian, dan ketamakan. Asuya atau iri hati harus dicabut hingga ke akarnya dari hati manusia, dan sebagai gantinya maka shraddha atau ketekunan harus dikuatkan. Selanjutnya, Atma hendaknya divisualisaikan melalui praktik meditasi. Seorang sadhaka (pencari spiritual) yang berlatih dengan tulus, tekun, dan tidak mudah menyerah, pada waktunya pasti akan memperoleh pengalaman-pengalaman spiritual serta penyingkapan kebenaran batin. Kita ingin memasak sambar yang lezat. Kita menggunakan sayuran yang segar, kacang-kacangan yang berkualitas, asam yang baik, dan bahkan kokinya adalah seorang ahli seperti Nala atau Bhima. Semua bahan dan keahlian itu sudah sempurna. Namun, apabila panci kuningan yang digunakan belum dilapisi timah dengan baik sehingga masih mengandung zat yang berbahaya, maka seluruh sambar yang dimasak akan menjadi beracun. Demikian pula, ada sembilan bentuk bhakti yang dapat dilakukan, akan tetapi, jika hati seorang bhakta masih dipenuhi iri hati, kecemburuan, atau kebencian, maka semua bentuk pemujaan itu tidak akan memberikan hasil yang semestinya. Apa gunanya menghitung japa mala, melafalkan Nama Tuhan berkali-kali, jika hati masih dipenuhi oleh iri hati, kecemburuan, dan kebencian?


-- Ch 26, Summer Showers, Juni 1979

Agar magnet dapat menarik sepotong besi, besi itu harus bebas dari kotoran dan karat. Demikian pula, apabila Atma masih tertutup oleh kekotoran pikiran, ia tidak akan tertarik kepada Paramatma.

No comments: