Wherever faith and dedication to God are evident, forces that tend to ridicule it and diminish its strength also are found. Where an astika (theist) is, there a nastika (atheist) too will raise his head. Disbelief in God or Supreme Will can be only a pose assumed for the sake of personal aggrandisement or advertisement. It cannot stand the light of reason or of experience; even so-called atheists have Love in their hearts, honour Truth while dealing with Society, and live based on the eternal, basic principles of justice. So, they are believers in Sat-chit-ananda (Being, Awareness, Bliss Supreme). You have the duty to stand witness in your lives to the courage, the joy, the strength, the generosity, and the humility that true spirituality and faith can impart to man, when faced with disappointment, distress, defeat, defamation, and other calamities against which the atheist has no such shield. Gold gains in value when melted in the crucible. A piece of diamond, when it is cut into a many-faceted gem, is rendered more brilliant and more costly. A dull stone is not sought by all! Prahladha was subjected to torture by his irate father; but that only added to his lustre!
-- Divine Discourse Aug 30, 1974
Every obstacle is a step that leads you to the Ananda (bliss) that can never be destroyed or taken away.
Dimanapun keyakinan dan dedikasi kepada Tuhan terlihat dengan jelas, di sana pula akan ditemukan kekuatan-kekuatan yang cenderung mencemooh dan melemahkannya. Di mana ada seorang astika (teis), di situ juga akan ada seorang nastika (ateis) yang akan menunjukkan kepalanya. Ketidakpercayaan pada Tuhan atau Kehendak Tertinggi hanyalah terkadang suatu sikap yang diambil demi membesarkan atau menonjolkan diri. Sikap tersebut tidak akan mampu bertahan di hadapan cahaya akal sehat maupun pengalaman; bahkan mereka yang disebut ateis memiliki kasih di dalam hati mereka, menghormati kebenaran saat berhubungan dengan masyarakat, dan hidup berdasarkan pada prinsip-prinsip dasar keadilan yang abadi. Jadi, mereka mempercayai pada Sat-chit-ananda (Kebenaran, Kesadaran, Kebahagiaan tertinggi). Engkau memiliki kewajiban untuk berdiri menyaksikan dalam hidupmu atas keberanian, suka cita, kekuatan, kemurahan hati, dan kerendahan hati yang dapat diberikan oleh spiritualitas dan keyakinan sejati kepada manusia ketika menghadapi kekecewaan, kesedihan, kekalahan, fitnah, serta berbagai penderitaan lainnya dimana seorang ateis tidak memiliki perisai seperti itu. Emas menjadi semakin berharga ketika dilebur di dalam tungku. Sebongkah berlian, ketika dipotong menjadi permata dengan banyak sisi, akan menjadi semakin berkilau dan semakin mahal. Batu yang kusam tidak akan dicari oleh siapa pun! Prahlada disiksa oleh ayahnya yang murka, tetapi penderitaan itu justru semakin menambah kemilau dan keagungan dirinya!
-- Divine Discourse 30 Agustus 1974
Setiap halangan adalah sebuah langkah yang menuntunmu pada kebahagiaan (Ananda) yang tidak akan pernah dapat dihancurkan ataupun dirampas.
No comments:
Post a Comment