The process of education must render the individual a happier and more useful person; it must also make him a better citizen, able and willing to further the progress of the nation to which he belongs. It must give up its present emphasis on the grant of degrees which are serving only as bowls, with which the graduates roam about the country asking for jobs to be deposited in them. Today, we hear a great deal about ‘duty’ and the responsibility to perform the duties concerning each group. This is all to the good. But the connotation of the words is not properly understood. The student thinks that his ‘duty’ is only to be punctual when he attends college or school, and to be attentive during the lectures and other academic exercises. The teachers too consider their duty done when they attend during prescribed hours and perform the assignments allotted to them. This misconception has to be given up. Education has to be welcomed as a sadhana (spiritual discipline) for the establishment of shanti (peace) in the individual heart as well as in society, including the common good of humanity. Education is a spiritual endeavour, over which Goddess Saraswati presides.
-- Divine Discourse Jul 06, 1975
Expand your Love so that you recognise God in every being. This is the goal, the purpose, and the fulfilment of Vidya (education).
Proses pendidikan harus membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih bahagia dan lebih bermanfaat; pendidikan juga harus menjadikannya sebagai warga negara yang lebih baik, yang mampu dan bersedia memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsanya. Pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada perolehan gelar yang hanya sebagai "wadah" yang dibawa ke mana-mana untuk diisi dengan pekerjaan. Hari ini, kita mendengar banyak orang berbicara tentang ‘kewajiban’ dan tanggung jawab untuk menjalankan kewajiban yang berkaitan dengan setiap kelompok. Hal itu tentu baik. Namun, sering kali makna kedua istilah tersebut belum dipahami secara benar. Seorang pelajar mungkin menganggap bahwa ‘kewajibannya’ hanya datang tepat waktu ke kampus atau sekolah, mengikuti pembelajaran atau perkuliahan, serta memperhatikan dengan seksama selama pembelajaran dan kegiatan akademik lainnya. Para guru pun juga menganggap kewajiban mereka telah selesai ketika mereka hadir sesuai jam yang ditentukan dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka. Kesalahpahaman ini harus ditinggalkan. Pendidikan harus diterima sebagai sadhana (disiplin spiritual) untuk mewujudkan shanti (kedamaian) dalam hati setiap individu maupun dalam masyarakat, termasuk untuk kebaikan bersama umat manusia. Pendidikan adalah sebuah usaha spiritual, yang berada di bawah naungan Dewi Saraswati.
-- Divine Discourse 06 Juli 1975
Perluaskan kasihmu hingga engkau menyadari Tuhan dalam setiap makhluk. Itulah tujuan, makna, dan puncak dari Vidya (pendidikan).
No comments:
Post a Comment