Love should not be rationed on the basis of caste, creed, or economic status or intellectual attainment of the recipient. It should flow full and free, regardless of consequence, for it is one’s nature to love, to seek out the dry, dreary wastes which love can water and make fertile. Wherever there is a vacuum, in any heart, Love flows into it and is glad that it can fill the emptiness. It is never held back; it is offered in abundance, without guile or deceit; it does not wear the cloak of falsehood, flattery, or fear. The tendrils of love aspire to cling only to the garments of God; it senses that God resides, in His infinite splendour, in every heart; so, it probes silently into the innermost recesses of all personalities around it to discover the seat of God so that it may bloom therein. That is real bhakti (devotion). When the tendril clings to worldly objects, it is bhukti (material enjoyment), not bhakti. It is the direction that is crucial!
-- Divine Discourse 23 Februari 1971
God is the source of all love; love God, love the world as the vesture of God, no more, no less. Through love, you can merge in the ocean of love.
Kasih seharusnya tidak dibatasi atau diberikan secara berbeda berdasarkan kasta, keyakinan, status ekonomi, ataupun tingkat kecerdasan orang yang menerimanya. Kasih harus mengalir sepenuhnya dan bebas, tanpa mempedulikan akibatnya, karena mengasihi merupakan sifat alami manusia, mencari tempat-tempat yang kering dan tandus, yang dapat disiraminya sehingga menjadi subur dan penuh kehidupan. Di mana pun terdapat kekosongan, di dalam hati siapa pun, kasih akan mengalir ke dalamnya dan bersukacita karena dapat mengisi kekosongan tersebut. Kasih tidak pernah ditahan; kasih diberikan dalam kelimpahan, tanpa tipu daya ataupun kepalsuan; kasih tidak mengenakan selubung kebohongan, sanjungan, atau ketakutan. Sulur-sulur kasih hanya ingin melekat pada jubah Tuhan; kasih menyadari bahwa Tuhan bersemayam dalam kemuliaan-Nya yang tak terbatas di dalam setiap hati; karena itu, kasih dengan hening menyelami relung terdalam setiap pribadi di sekitarnya untuk menemukan tempat bersemayamnya Tuhan, agar kasih dapat mekar di sana. Inilah bhakti (pengabdian) yang sejati. Ketika sulur kasih melekat pada objek-objek duniawi, itulah bhukti (kenikmatan material), bukan bhakti. Yang paling penting adalah ke mana arah kasih itu ditujukan!
-- Divine Discourse 23 Februari 1971
Tuhan adalah sumber dari segala kasih; cintailah Tuhan, dan cintailah dunia sebagai perwujudan atau jubah Tuhan, tidak lebih dan tidak kurang. Melalui kasih, engkau dapat menyatu dengan samudra kasih.
No comments:
Post a Comment