Friday, July 31, 2026

Thought for the Day - 31st July 2026 (Friday)



Where there is the feeling of absence, the truth of presence is also there. Here is a small example. Is Sai Baba present on the stage or not? If you say He is present, what is the basis of your saying that? You see His form and say that He is present. Suppose, I go inside after giving this discourse. If somebody then asks you, “Is Sai Baba there on the stage?”, you say, “He is not there”. What does this mean? This means that Sai Baba is there, but He is not present on the stage. If Sai Baba does not exist, then the question of His being present or absent does not arise at all. In the same way, people deny or accept the existence of God because He is there. It is only because God does exist that people deny His existence. If really there is no God, how can the word ‘God’ exist? Just now it was said, ‘There is God’. The first part of the sentence is ‘There is’ which denotes the truth about God’s existence. When we say ‘There is’, then the next question is who is there? It is God. Some people say, ‘There is no God’. The first part of this sentence is also ‘There is’ which denotes the truth about the existence of God; ‘no God’ is only the next part of the sentence. Even this negative sentence, ‘There is no God’ begins with the positive assertion ‘There is’. 


-- Divine Discourse, Jul 07, 1996

A mother cannot love her own children if she does not have faith that they are her children. Man can experience the all-pervading principle of love and derive bliss therefrom only when he has faith. 


Di mana ada perasaan bahwa sesuatu itu ‘tidak ada’, di situ sesungguhnya juga terkandung kebenaran bahwa sesuatu itu ‘hadir’. Perhatikan contoh sederhana berikut. Apakah Sai Baba hadir di atas panggung atau tidak? Jika engkau menjawab, "Ya, Beliau hadir di atas panggung," apa dasar dari jawaban itu? Engkau melihat wujud-Nya, sehingga mengatakan bahwa Beliau hadir. Sekarang bayangkan, Aku masuk ke dalam ruangan setelah memberikan wacana. Lalu seseorang bertanya kepadamu, "Apakah Sai Baba masih berada di atas panggung?" Engkau tentu akan menjawab, "Beliau tidak ada di atas panggung." Apakah artinya itu? Hal ini berarti bahwa Sai Baba ada, tetapi tidak hadir di atas panggung. Jika Sai Baba sama sekali tidak ada, maka pertanyaan tentang hadir atau tidak hadir tidak akan pernah muncul. Demikian pula halnya, orang-orang menyangkal atau menerima keberadaan Tuhan karena Tuhan memang ada. Hanya karena Tuhan itu ada maka orang-orang menyangkal keberadaan-Nya. Jika Tuhan benar-benar tidak ada, lantas bagaimana bisa kata ‘Tuhan’ itu muncul? Baru saja dikatakan, ‘ada Tuhan’ – there is God. Bagian pertama dari kalimat itu adalah ‘ada’ (there is), yang menegaskan kebenaran tentang keberadaan Tuhan. Ketika kita mengatakan ‘Ada’, kemudian muncul pertanyaan, ‘Siapakah yang ada?’ Jawabannya adalah Tuhan. Beberapa orang berkata, ‘Tidak ada Tuhan’ (there is no God). Dalam kalimat ini juga terdapat kata ‘ada’ (there is) yang mana tetap menyatakan konsep keberadaan Tuhan; sedangkan penyangkalan baru muncul pada bagian berikutnya yaitu ‘no God’. Bahkan kalimat penyangkalan atau negatif ini yaitu ‘Tidak ada Tuhan’ – there is no God diawali dengan pernyataan positif yaitu ‘ada’ (there is). 


-- Wacana Swami, 07 Juli 1996

Seorang ibu tidak mungkin mengasihi anak-anaknya jika ia tidak memiliki keyakinan bahwa mereka adalah anak-anaknya. Manusia hanya dapat mengalami kasih yang meliputi seluruh alam semesta dan memperoleh kebahagiaan darinya apabila ia memiliki keyakinan.

No comments: