Man today is leading a life beset with fear and unrest because there is no harmony between his thoughts and words. Everyone wants peace and spends his time and energy to attain it. But nobody is making any enquiry as to what peace really means, where it is available, and what is the way to attain it. First of all, one has to question oneself whether one wants worldly peace or inner peace. Worldly peace is temporary and comes and goes. But man is deluded to think that it is real peace. He is unable to understand what the nature of peace is, what its power is, and how sublime it is. The state of freedom from attachment and hatred is real peace. Where there is raga (attachment) and dwesha (hatred), there can be no peace. What is Prasanthi (supreme peace)? ‘Pra’ means to blossom. Therefore, the blossoming of inner peace in a state devoid of hatred and attachment is Prasanthi. It is, in fact, the manifestation of inner peace. But is there anyone in this world who has experienced this Prasanthi? When you enquire about this, you will realise that it is very difficult for ordinary mortals to experience supreme peace devoid of hatred and attachment. Peace cannot be acquired from outside; it has to be manifested from within.
-- Divine Discourse, Jul 26, 1996
The body confers peace on the mind through righteousness.
Manusia hari ini menjalani hidup yang dipenuhi rasa takut dan kegelisahan karena tidak ada keselarasan antara pikiran dan perkataannya. Semua orang mendambakan kedamaian dan menghabiskan waktu dan energinya untuk mendapatkannya. Namun, tidak ada seorangpun yang bertanya: apa sebenarnya kedamaian itu? Di mana kedamaian dapat ditemukan? Bagaimana cara mencapainya? Pertama-tama, setiap orang harus bertanya kepada dirinya sendiri: Apakah saya mencari kedamaian duniawi atau kedamaian batin? Kedamaian duniawi bersifat sementara yaitu datang dan pergi. Sayangnya, manusia keliru dengan menganggap ketenangan sementara ini sebagai kedamaian sejati. Akibatnya, manusia tidak mampu memahami hakikat kedamaian yang sebenarnya, kekuatannya, maupun keluhurannya. Kedamaian sejati adalah keadaan batin yang bebas dari keterikatan dan kebencian. Selama hati masih dipenuhi oleh keterikatan (raga) dan kebencian (dwesha), kedamaian tidak akan pernah hadir. Lalu, apakah arti Prasanthi (Kedamaian Tertinggi)? Kata "Pra" berarti mekar. Maka Prasanthi adalah mekarnya kedamaian batin yang muncul ketika hati telah terbebas dari keterikatan dan kebencian. Sejatinya Prasanthi adalah perwujudan kedamaian yang mekar dari dalam diri. Namun, apakah ada siapapun juga di dunia ini yang telah mengalami prasanthi ini? Jika engkau merenungkannya, engkau akan menyadari bahwa sangat sulit bagi orang biasa untuk mengalami kedamaian tertinggi yang bebas dari kebencian dan keterikatan. Kedamaian tidak bisa diperoleh dari luar; kedamaian harus diwujudkan dari dalam diri.
-- Wacana Swami, 26 Juli 1996
Tubuh akan membawa kedamaian bagi pikiran melalui kebajikan
No comments:
Post a Comment