You cannot be indifferent to the state of the environment in which you live. One who wishes to dig a well for pure water will choose a spot far from polluted or saline areas. If you want to achieve peace, you must see that the atmosphere around you is conducive to peace. This means that you must cultivate the feeling that your individual peace is intimately related to the peace of the world. It was out of realisation of this profound truth that the ancients prescribed the universal prayer: “Lokah Samastah Sukhino Bhavantu” (May all the people in all the worlds be happy). It is only when we strive for world peace can we ensure our own individual peace. The mark of a genuinely godly person is that he strives not only for his peace, happiness, and bliss, but also for the peace, prosperity, and happiness of the world as a whole. Faith and Love are the two primary requisites for leading a godly life. These two are as important for man as the two wings for a bird or the wheels for a chariot.
-- Divine Discourse, Apr 10, 1986
If society is not in good shape, how can individuals be well? Individual welfare is based on social well-being.
Engkau tidak dapat bersikap acuh tak acuh terhadap lingkungan tempat engkau hidup. Seseorang yang ingin menggali sumur untuk mendapatkan air yang bersih tentu tidak akan memilih tempat yang tercemar atau mengandung air asin. Demikian pula, jika engkau ingin memperoleh kedamaian, engkau harus memastikan bahwa lingkungan di sekitarmu juga mendukung tumbuhnya kedamaian. Artinya, bahwa engkau harus memupuk perasaan bahwa kedamaian pribadimu sangat erat kaitannya dengan kedamaian dunia. Karena memahami kebenaran inilah, para resi India sejak dahulu mengajarkan doa universal: "Lokah Samastah Sukhino Bhavantu" (semoga semua makhluk di seluruh alam semesta berbahagia). Hanya ketika kita berusaha menghadirkan kedamaian bagi dunia, kedamaian sejati dalam diri kita pun akan terwujud. Ciri seseorang yang benar-benar hidup dalam nilai-nilai ketuhanan bukanlah hanya mencari kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan bagi dirinya sendiri, melainkan juga berupaya menghadirkan kedamaian, kemakmuran, dan kebahagiaan bagi seluruh dunia. Untuk menjalani kehidupan yang ilahi, ada dua syarat utama yaitu: keyakinan dan kasih. Keduanya sama pentingnya seperti dua sayap bagi seekor burung atau dua roda pada sebuah kereta.
-- Wacana Swami, 10 April 1986
Jika masyarakat tidak berada dalam keadaan yang baik, bagaimana mungkin individu dapat hidup dengan baik? Kesejahteraan individu bertumpu pada kesejahteraan masyarakat.
No comments:
Post a Comment