Do not grieve that the Lord is testing you and putting you to the ordeal of undergoing them. For it is only when you are tested that you can assure yourself of success or become aware of your limitations. You can then concentrate on the subjects in which you are deficient and pay more intensive attention, so that you can pass in them too, when tested again. Many grieve: “It is said darshanam papanashanam (the holy vision of the deity leads to destruction of sin); well, I have had darshan not once but many times, yet, my evil fate has not left me and I am suffering even more than formerly.” True, they have come and have had darshan and they have sown fresh seeds secured from this place, seeds of Prema (Love), Shraddha (Faith), Bhakti (Devotion), Satsanga (Good company), Sarveshwara-chinta (Thoughts of God), Namasmarana (Remembering God’s Name), etc., and they have learnt the art of intensive cultivation and soil-preparation. They have now sown the seeds in the well-prepared fields of the cleansed hearts. Now, until the new harvest comes in, they have to consume the grain already stored in previous harvests. The troubles and anxieties are the crop collected in previous harvests; so do not grieve, and lose heart.
-- Divine Discourse, Feb 1963
Difficulties may come in succession like mountains, but they will disappear like snow if Divine Grace is there.
Jangan bersedih karena merasa Tuhan sedang menguji atau menempatkanmu dalam berbagai kesulitan. Justru melalui ujian, engkau dapat mengetahui apakah engkau sudah berhasil atau menjadi sadar pada keterbatasanmu. Setelah mengetahui kekurangan itu, engkau dapat memberi perhatian lebih pada bagian yang masih lemah, sehingga ketika ujian datang kembali, engkau mampu melaluinya dengan lebih baik. Banyak orang mengeluh, “Dikatakan bahwa darshanam papanashanam, yaitu darshan suci kepada Tuhan dapat menghancurkan dosa. Saya sudah berkali-kali memperoleh darshan, tetapi nasib buruk saya belum berubah. Bahkan penderitaan saya terasa semakin berat daripada sebelumnya.” Memang benar bahwa mereka telah datang dan memperoleh darshan dan mereka juga telah menerima benih-benih baru dari tempat ini: benih berupa prema atau kasih, shraddha atau keyakinan, bhakti atau pengabdian, satsanga atau pergaulan yang baik, sarveshwara-chinta atau pikiran yang tertuju kepada Tuhan, namasmarana atau pengingatan Nama Tuhan, dan berbagai nilai spiritual lainnya. Mereka juga telah belajar cara mengolah tanah dan menanam benih dengan sungguh-sungguh. Benih-benih itu kini ditanam di ladang hati yang telah dipersiapkan dan dibersihkan. Namun, sebelum masa panen tiba dan dapat dinikmati, seseorang masih harus menggunakan persediaan hasil panen sebelumnya. Kesulitan, kecemasan, dan penderitaan yang dialami saat ini diibaratkan sebagai hasil panen dari benih-benih masa lalu. Karena itu, jangan bersedih dan jangan kehilangan keteguhan hati.
-- Wejangan Sai, Februari 1963
Kesulitan dapat datang bertubi-tubi seperti gunung, tetapi akan lenyap seperti salju apabila ada rahmat Tuhan.
No comments:
Post a Comment