There are so many people in this world who have all the comforts and conveniences, yet they lack peace and have some fear or the other every moment. What is the reason? Can the external comforts and conveniences give peace to man? Can he attain peace by wealth, gold and other worldly possessions? If wealth and worldly possessions could give peace, then how is it that even rich men are in the grip of unrest? In spite of all comforts and conveniences, man today is unable to experience peace because he is filled with evil thoughts. One will be filled with fear and anxiety when a snake enters one’s house. Such being the case, how can man attain peace when the venomous snakes of raga and dwesha have entered his heart? It is impossible to attain permanent peace so long as man does not give up these two. Many people have power, authority and wealth. In spite of all this, they are unable to enjoy peace. They are subjected to unrest because they lack the willpower and capacity to control their evil qualities. Therefore, first of all, man should see to it that evil qualities and evil thoughts do not enter his heart.
-- Divine Discourse, Jul 26, 1996
Control over the senses is the golden way to get rid of evil tendencies clinging to the body consciousness.
Ada begitu banyak orang di dunia ini yang memiliki segala kenyamanan dan kemudahan hidup, namun tetap tidak memiliki kedamaian dan setiap saat dihantui rasa takut. Mengapa demikian? Dapatkah kenyamanan lahiriah memberikan kedamaian kepada manusia? Dapatkah manusia mendapatkan kedamaian dengan kekayaan, emas, dan berbagai harta dunia? Jika kekayaan dan harta dunia benar-benar dapat memberikan kedamaian, mengapa banyak orang kaya justru hidup dalam kecemasan? Terlepas dari semua kenyamanan, manusia hari ini tidak mampu mengalami kedamaian, karena manusia diliputi dengan pikiran-pikiran yang jahat. Seseorang akan diliputi dengan ketakutan dan kecemasan ketika seekor ular berbisa memasuki rumahnya. Demikian pula, bagaimana manusia bisa mendapatkan kedamaian ketika ular berbisa berupa raga (kemelekatan) dan dwesha (kebencian) memasuki hatinya? Adalah mustahil untuk mendapatkan kedamaian selama manusia tidak melepaskan kemelekatan dan kebencian. Banyak orang memiliki kekuasaan, jabatan, dan kekayaan, terlepas dari semuanya itu mereka belum mampu menikmati kedamaian. Mereka mengalami keresahan karena mereka kurang memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengendalikan sifat-sifat jahat mereka. Maka dari itu, yang pertama dan paling penting adalah manusia harus memastikan bahwa sifat-sifat jahat dan pikiran-pikiran jahat tidak memasuki hatinya.
-- Wacana Swami, 26 Juli 1996
Pengendalian indria adalah jalan emas untuk membebaskan diri dari kecenderungan-kecenderungan buruk yang melekat pada kesadaran jasmani.
No comments:
Post a Comment